Silabus Training & Workshop
Membangun Tata Kelola Perusahaan yang Integritas, Beretika, dan Berkelanjutan
Dalam era transparansi dan akuntabilitas global, peran Corporate Secretary dan Compliance Officer semakin strategis. Mereka bukan hanya penjaga kepatuhan regulasi, tetapi juga arsitek tata kelola perusahaan (corporate governance) yang sehat, pendorong budaya etika korporat, serta penghubung antara kebijakan perusahaan dan tanggung jawab sosial (CSR). Integrasi ketiga pilar ini menjadi kunci keberlanjutan bisnis di tengah tekanan pemangku kepentingan, investor, dan regulator.
Berdasarkan laporan McKinsey (2024), perusahaan dengan tata kelola yang kuat dan komitmen etika yang jelas mencatatkan return on equity 25% lebih tinggi dibandingkan kompetitor. Deloitte Governance Survey (2025) menunjukkan bahwa 78% dewan direksi kini menuntut integrasi CSR ke dalam strategi tata kelola inti. Di Indonesia, POJK No. 51/POJK.03/2017 dan POJK No. 55/POJK.04/2023 memperkuat kewajiban perusahaan terhadap good corporate governance dan pelaporan keberlanjutan. Selain itu, LinkedIn Workforce Report (2025) mengidentifikasi compliance & governance sebagai salah satu keterampilan paling dicari di sektor korporat, sementara SKKNI/BNSP telah menetapkan standar kompetensi nasional bagi Corporate Secretary yang mencakup etika, kepatuhan, dan keberlanjutan.
Menghadapi kompleksitas regulasi, ekspektasi ESG (Environmental, Social, Governance), serta risiko reputasi yang meningkat, perusahaan perlu segera membekali tim Corporate Secretary dan Compliance Officer-nya dengan wawasan holistik dan keterampilan integratif. Tanpa pemahaman menyeluruh tentang interkoneksi antara governance, ethics, dan CSR, upaya kepatuhan bisa menjadi prosedural belaka—tanpa dampak strategis. Pelatihan ini hadir sebagai respons cepat terhadap urgensi tersebut, memastikan SDM perusahaan siap menjadi agen perubahan yang berintegritas dan visioner.
Bagi Peserta:
Bagi Perusahaan:
Learning Outcome: Pemahaman kerangka dasar & peluang implementasi di organisasi masing-masing.
Aktivitas Praktis: Workshop analisis gap antara praktik saat ini dan best practice global.
Learning Outcome: Peserta mampu merancang solusi praktis yang siap diimplementasikan.
Aktivitas Praktis: Roleplay penanganan pelanggaran etika, simulasi presentasi ke dewan direksi, presentasi kelompok roadmap CSR.
Ferry Basudewo
• Praktisi senior dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang perbankan, keuangan, manufaktur & FMCG.
• Pernah menjabat sebagai Senior Vice President di sejumlah institusi keuangan ternama, antara lain: HSBC, RBS Bank, Chinatrust Bank, Bank Andara, dan ABN AMRO Bank.
• Keahlian utama:
• Anggota ASEAN Coach & Trainer – Mercuri International, berbasis di Kuala Lumpur, dengan sertifikasi profesional dalam pelatihan dan pengembangan tenaga penjualan.
• Berpengalaman sebagai trainer dan pembicara publik sejak tahun 2000, telah melatih ribuan tenaga penjualan dan pimpinan korporasi di seluruh Indonesia.
• Dikenal karena pendekatan praktis, berbasis hasil, dan kemampuannya dalam mengintegrasikan strategi bisnis dengan pengembangan kompetensi manusia.
Modul ini disusun untuk menjawab kebutuhan industri akan kompetensi Corporate Secretary & Compliance Officer yang mampu mengintegrasikan Corporate Governance, Corporate Ethics, dan CSR. Berdasarkan data McKinsey, Deloitte, POJK, dan BNSP/SKKNI, penguasaan integrasi ketiga pilar ini menjadi prioritas utama dalam transformasi tata kelola perusahaan modern—baik untuk memenuhi regulasi maupun menciptakan nilai jangka panjang.
Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan Program Profesional Bagi Corporate Secretary & Compliance Officer: Integrasi Corporate Governance, Corporate Ethics & CSR dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!
© 2025 MDP Consulting – Empowering Corporate Excellence Through Integrated Governance