MDP Consulting

Business Continuity Management (BCM) dan Tanggap Darurat Korporasi untuk Situasi Gangguan Sosial

★★★★★ 5/5
Business Continuity Management

Silabus Training & Workshop

Business Continuity Management (BCM)

dan Tanggap Darurat Korporasi untuk Situasi Gangguan Sosial

"Membangun resiliensi bisnis dan kesiapan tanggap darurat untuk menjaga keberlangsungan operasional di tengah dinamika sosial yang tidak menentu"

Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia bisnis dihadapkan pada tantangan besar yang bersumber dari faktor eksternal seperti pandemi, bencana alam, hingga gangguan sosial. Riset Deloitte (2024) menunjukkan bahwa lebih dari 60% organisasi di Asia Tenggara masih belum memiliki strategi Business Continuity Management (BCM) yang terintegrasi dengan manajemen krisis. Padahal, keberlangsungan bisnis sangat bergantung pada kesiapan perusahaan dalam menghadapi situasi darurat dan ketidakstabilan sosial.

Di Indonesia, POJK No. 38/POJK.03/2016 tentang Manajemen Risiko menegaskan pentingnya lembaga keuangan memiliki rencana kelangsungan usaha. Hal ini sejalan dengan tren global ISO 22301:2019 yang menekankan perlunya sistem BCM yang efektif, adaptif, dan teruji. Tanpa perencanaan yang matang, perusahaan berisiko mengalami kerugian finansial, reputasi, dan kehilangan kepercayaan stakeholder.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu perusahaan mengembangkan strategi BCM yang aplikatif, disesuaikan dengan konteks industri dan dinamika sosial di Indonesia. Melalui pendekatan riset industri, studi kasus nyata, serta praktik simulasi, peserta akan mendapatkan keterampilan strategis dan teknis dalam merancang serta menerapkan rencana keberlangsungan bisnis yang tangguh.

Target Peserta

Peserta ideal meliputi level manajerial hingga eksekutif dari sektor korporasi yang memiliki risiko operasional tinggi:

  • Supervisor, manajer, dan eksekutif di sektor Perbankan & Keuangan.
  • Staf spesialis & manajer operasional di BUMN & perusahaan energi.
  • Manajer risiko dan keamanan di sektor Telekomunikasi.
  • Pimpinan unit produksi dan rantai pasok di Manufaktur.
  • Tim tanggap darurat & tim BCM internal perusahaan.

Mereka umumnya menghadapi tantangan seperti:

  • Gangguan operasional akibat ketidakstabilan sosial.
  • Minimnya integrasi rencana tanggap darurat dengan strategi bisnis.
  • Kurangnya simulasi atau uji coba efektivitas rencana BCM.
  • Tekanan untuk menjaga kepercayaan stakeholder dalam situasi krisis.

Tujuan Pelatihan

  • Menguasai strategi Business Continuity Management (BCM) berbasis standar ISO 22301 dan regulasi POJK.
  • Meningkatkan kemampuan manajerial dalam pengambilan keputusan cepat dan tepat saat krisis.
  • Mengembangkan keterampilan teknis dalam menyusun Business Continuity Plan (BCP) yang aplikatif.
  • Memberikan pemahaman praktis tentang koordinasi tanggap darurat yang sesuai kebutuhan bisnis.
  • Memastikan perusahaan memiliki resiliensi organisasi yang berkelanjutan di tengah dinamika sosial.

Manfaat Pelatihan

Bagi Peserta:

  • Peningkatan kompetensi dalam manajemen risiko dan krisis.
  • Mindset adaptif dalam menghadapi ketidakpastian.
  • Keterampilan menyusun, menguji, dan mengevaluasi BCP.
  • Peningkatan kepercayaan diri dalam memimpin tim saat darurat.

Bagi Perusahaan:

  • Perlindungan aset, reputasi, dan kepercayaan stakeholder.
  • ROI melalui pengurangan potensi kerugian operasional.
  • Tim yang siap siaga menghadapi gangguan sosial dan krisis.
  • Budaya kerja yang resilien dan proaktif terhadap risiko.

Rundown Materi

Durasi: 2 Hari

Hari 1 – Fondasi Business Continuity Management

  1. Paradigma BCM dan Tanggap Darurat Korporasi Modern
    • Tren global & regulasi lokal (ISO 22301, POJK)
    • Studi kasus: perusahaan yang gagal & sukses dalam implementasi BCM.
  2. Identifikasi Risiko & Analisis Dampak Bisnis (BIA)
    • Metode analisis risiko terkait gangguan sosial.
    • Prioritas proses bisnis kritikal.
  3. Membangun Rencana BCM Terintegrasi
    • Struktur BCP & hubungan dengan manajemen krisis.
    • Checklist implementasi efektif.
  • Learning Outcome: Peserta memahami prinsip BCM, analisis risiko, dan kerangka BCP.
    • Aktivitas Praktis: Diskusi kasus kerusuhan/unjuk rasa di Indonesia, latihan membuat BIA sederhana.

Hari 2 – Implementasi dan Simulasi Tanggap Darurat

  1. Strategi Komunikasi Krisis & Peran Kepemimpinan
    • Teknik komunikasi dengan stakeholder internal & eksternal.
    • Kepemimpinan di situasi darurat.
  2. Simulasi Rencana Tanggap Darurat Korporasi
    • Latihan tabletop exercise.
    • Skema koordinasi antar-unit.
  3. Evaluasi & Peningkatan Berkelanjutan
    • Metode pengujian BCP.
    • Integrasi BCM ke dalam budaya organisasi.
  • Learning Outcome: Peserta mampu menyusun, mensimulasikan, dan mengevaluasi BCP.
    • Aktivitas Praktis: Roleplay komunikasi krisis, workshop penyusunan BCP mini untuk perusahaan masing-masing.

Profil Instruktur

Ronny Gunawan, BSBA

Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai:

  • Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia
  • Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.
  • Branch Manager di HSBC Indonesia
  • Branch Head di berbagai perusahaan multifinance

Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit.

Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta, dengan topik meliputi:

  • Fraud Risk Management sesuai POJK & SE OJK
  • Pedoman Manajemen Anti Fraud & Early Fraud Detection
  • Governance, Risk & Compliance (GRC) & Good Corporate Governance (GCG)
  • Analisa Kredit & Manajemen Risiko Perbankan
  • Operational Risk Management & Business Continuity Management
  • Leadership & People Management

Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan.

Alasan Penyusunan Modul

Perusahaan menghadapi risiko tinggi akibat ketidakpastian sosial dan ekonomi. Menurut laporan Deloitte Insights (2024), lebih dari 45% perusahaan di Asia Tenggara belum siap menghadapi gangguan sosial. Regulasi POJK tentang manajemen risiko dan standar ISO 22301 menekankan pentingnya BCP. Modul ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, didukung studi kasus nyata di Indonesia. Dengan pelatihan ini, perusahaan dapat membangun resiliensi dan keberlangsungan bisnis yang terukur.

Metode Penyampaian & Evaluasi Pelatihan

  • Metode Penyampaian: presentasi interaktif, simulasi, workshop, blended learning, diskusi kasus.
  • Metode Evaluasi: pre-test, post-test, survei kepuasan, observasi, monitoring KPI.

Rencana Tindak Lanjut

  • Program coaching & mentoring pasca-pelatihan.
  • Refresher session tiap 6 bulan.
  • Monitoring KPI penerapan BCM.

Sarana & Prasarana

  • Ruang pelatihan representatif.
  • Perangkat teknologi (laptop, proyektor, audio).
  • Akses materi digital interaktif.
  • Toolkit simulasi BCM & tanggap darurat.

Call To Action

© 2025 MDP Consulting – Shaping Resilient Leaders for a Sustainable Future

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Jakarta