Program komprehensif untuk memahami kerangka GRC, mengelola risiko lintas fungsi, memperkuat kepatuhan regulasi, dan meningkatkan tata kelola organisasi secara terstruktur dan berkelanjutan.
Lingkungan bisnis saat ini menuntut perusahaan mampu mengelola risiko secara proaktif, menerapkan tata kelola yang kuat, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin kompleks. Kegagalan mengintegrasikan aspek governance, risk, dan compliance dapat berdampak pada penurunan kinerja, kerugian finansial, hingga risiko reputasi yang sulit dipulihkan. Pelatihan GRC hadir sebagai solusi strategis untuk memperkuat fondasi pengelolaan risiko dan tata kelola organisasi.
Berbagai riset global menunjukkan bahwa perusahaan dengan sistem GRC yang terintegrasi memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap disrupsi, penurunan risiko fraud, peningkatan kualitas keputusan bisnis, serta efisiensi operasional. Laporan Deloitte dan Gartner mempertegas bahwa organisasi yang menerapkan GRC secara terkoordinasi mampu menurunkan risiko operasional hingga 25–40% dibanding perusahaan yang menerapkan pendekatan silo. Data ini menggambarkan urgensi implementasi GRC yang lebih kuat dan terstruktur di seluruh level organisasi.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep, kerangka kerja, serta implementasi GRC yang relevan dengan konteks industri di Indonesia. Melalui pendekatan praktis, studi kasus, dan simulasi, peserta dibekali kemampuan untuk menerapkan GRC secara aplikatif guna mendukung efektivitas pengendalian internal, perbaikan proses, serta peningkatan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
Hari 1 – Pondasi dan Kerangka GRC
Learning Outcome Hari 1
Peserta mampu memahami kerangka GRC, mengenali peran tata kelola dalam organisasi, dan mengidentifikasi risiko utama yang relevan dengan operasi bisnis.
Aktivitas Praktis Hari 1
Simulasi pemetaan risiko (risk mapping), diskusi kelompok, dan analisis kasus nyata terkait kegagalan tata kelola dan kepatuhan.
Hari 2 – Implementasi, Kepatuhan dan Integrasi GRC
Learning Outcome Hari 2
Peserta mampu merancang implementasi GRC yang terintegrasi, mengembangkan sistem kepatuhan yang efektif, dan menerapkan early warning system risiko operasional maupun fraud.
Aktivitas Praktis Hari 2
Simulasi penyusunan compliance plan, role-playing pengawasan risiko, dan analisis studi kasus implementasi GRC.
Supervisor, senior officer, manager, internal auditor, risk & compliance officer, quality assurance, dan profesional yang terlibat dalam tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan pengendalian internal.
Untuk Peserta
Peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep dan praktik GRC, keterampilan mengidentifikasi risiko, kemampuan menganalisis pengendalian internal, serta kompetensi untuk mengimplementasikan GRC secara efektif dalam unit kerja masing-masing. Pelatihan ini juga memberikan pengalaman praktis melalui studi kasus dan simulasi, sehingga peserta mampu menerjemahkan teori GRC menjadi langkah-langkah aplikatif.
Untuk Perusahaan
Perusahaan memperoleh peningkatan kualitas tata kelola, penguatan pengendalian internal, penurunan potensi risiko operasional dan fraud, serta peningkatan kepatuhan terhadap regulasi. Implementasi GRC yang baik mendukung efisiensi proses, peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan, dan ketahanan organisasi dalam menghadapi dinamika industri.
Kondisi Ideal
Dalam kondisi ideal, setiap profesional memahami peran governance, mampu mengidentifikasi risiko, mengelola kepatuhan, dan berkolaborasi lintas fungsi untuk memastikan keberlangsungan bisnis. Kompetensi ini mencakup kemampuan analitis, pemahaman regulasi, penyusunan dokumentasi risiko, serta pelaksanaan pengendalian internal yang efektif.
Kondisi Faktual
Faktanya, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam menyelaraskan fungsi governance, risk, dan compliance. Pendekatan silo, minimnya dokumentasi risiko, rendahnya awareness kepatuhan, serta lemahnya mekanisme deteksi dini menyebabkan risiko operasional meningkat. Kesenjangan inilah yang menjadi dasar penyusunan modul pelatihan GRC secara terstruktur dan aplikatif.
Metode Penyampaian dan Evaluasi
Metode Penyampaian: Presentasi interaktif, studi kasus industri, diskusi kelompok, simulasi pemetaan risiko, dan role-playing pengambilan keputusan berbasis GRC.
Metode Evaluasi: Pre-test, post-test, penilaian partisipasi, serta penugasan individu atau kelompok untuk mengukur pemahaman dan kesiapan implementasi GRC.
Ronny Gunawan, BSBA
Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai:
• Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia
• Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.
• Branch Manager di HSBC Indonesia
• Branch Head di berbagai perusahaan multifinance
Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit.
Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta, dengan topik meliputi:
• Fraud Risk Management sesuai POJK & SE OJK
• Pedoman Manajemen Anti Fraud & Early Fraud Detection
• Governance, Risk & Compliance (GRC) & Good Corporate Governance (GCG)
• Analisa Kredit & Manajemen Risiko Perbankan
• Operational Risk Management & Business Continuity Management
• Project Management
• Procurement
• Supply Chain Management
Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan.
Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan Governance, Risk & Compliance (GRC): Membangun Tata Kelola dan Manajemen Risiko yang Terintegrasi dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!
© 2025 MDP Consulting – Empowering People Through Practical Learning