MDP Consulting

BUSINESS CONTINUITY GOVERNANCE based ISO 22301: 2019

★★★★★ 5/5
BUSINESS CONTINUITY GOVERNANCE based ISO 22301 - 2019

BUSINESS CONTINUITY GOVERNANCE based ISO 22301: 2019

STRATEGI MEMBANGUN KETAHANAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN KRISIS YANG KOMPREHENSIF

LATAR BELAKANG

Dinamika bisnis global saat ini dihadapkan pada ancaman disrupsi yang semakin kompleks, mulai dari serangan siber, kegagalan infrastruktur, bencana alam, hingga krisis operasional internal. Disrupsi ini tidak hanya berpotensi menghentikan operasional perusahaan secara tiba-tiba, tetapi juga dapat memicu kerugian finansial yang masif dan merusak reputasi di mata pemangku kepentingan. Dalam situasi krisis, respons reaktif tidak lagi memadai untuk mempertahankan kelangsungan usaha dengan efektif.

Data dan tren industri menunjukkan bahwa organisasi tanpa kerangka Business Continuity Management (BCM) yang teruji memiliki risiko kegagalan operasional jangka panjang yang jauh lebih tinggi ketika menghadapi insiden berskala besar. Standar internasional ISO 22301:2019 hadir sebagai acuan strategis dalam membangun sistem manajemen kelangsungan bisnis yang tangguh. Standar ini tidak hanya berfokus pada pemulihan pasca-insiden, melainkan menekankan pada tata kelola mitigasi, analisis dampak bisnis secara proaktif, dan strategi preventif yang terukur secara menyeluruh.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan ini dirancang untuk membekali para eksekutif dan manajer dengan pemahaman mendalam terkait implementasi Business Continuity Governance berbasis ISO 22301:2019. Program ini dirancang untuk memastikan pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi terimplementasi secara nyata dalam konteks kerja dan pengambilan keputusan bisnis, sehingga organisasi memiliki ketahanan yang adaptif terhadap berbagai skenario disrupsi yang mengancam proses bisnis kritikal.

TUJUAN PELATIHAN

  • Memahami kerangka kerja dan persyaratan standar ISO 22301:2019 secara komprehensif dalam konteks ketahanan bisnis.
  • Mampu menyusun Risk Assessment (RA) dan Business Impact Analysis (BIA) yang relevan dengan rantai operasional perusahaan.
  • Mengembangkan strategi pemulihan bencana dan kelangsungan bisnis yang aplikatif serta cost-effective.
  • Membangun tata kelola (governance) yang memastikan efektivitas implementasi, pengujian berkala, dan evaluasi rencana kelangsungan bisnis secara berkesinambungan.

RUNDOWN MATERI PELATIHAN

Hari Pertama: Fondasi Tata Kelola dan Analisis Dampak Bisnis

  • Sesi 1: Pengantar Business Continuity Management (BCM) dan ISO 22301:2019
    • Konsep dasar dan evolusi ketahanan operasional organisasi
    • Interpretasi klausul utama ISO 22301:2019 dalam konteks bisnis riil
    • Peran kepemimpinan dan komitmen manajemen dalam tata kelola BCM
  • Sesi 2: Menetapkan Konteks dan Kebijakan BCM
    • Identifikasi ruang lingkup sistem manajemen kelangsungan bisnis
    • Penyusunan kebijakan, struktur organisasi, dan tata kelola krisis
    • Integrasi BCM dengan kerangka Enterprise Risk Management (ERM)
  • Sesi 3: Risk Assessment (RA) dalam Kelangsungan Bisnis
    • Metodologi identifikasi dan evaluasi ancaman disrupsi operasional
    • Penilaian kerentanan operasional dan pengamanan aset strategis
    • Studi Kasus: Pemetaan risiko spesifik pada struktur organisasi berskala besar
  • Sesi 4: Business Impact Analysis (BIA)
    • Menentukan Maximum Tolerable Period of Disruption (MTPD) dan Recovery Time Objective (RTO)
    • Identifikasi proses bisnis kritikal dan dependensi sumber daya internal maupun eksternal
    • Simulasi: Penyusunan matriks BIA berdasarkan prioritas departemen

Aktivitas Praktis: Pembuatan draf struktur BIA dan pemetaan profil risiko untuk proses bisnis kritikal organisasi terpilih.

Learning Outcome: Peserta mampu mengidentifikasi proses bisnis kritikal, menilai dampak gangguan, dan merumuskan prioritas pemulihan operasional secara terukur.

Hari Kedua: Pengembangan Strategi, Pengujian, dan Evaluasi

  • Sesi 1: Perumusan Business Continuity Strategy
    • Opsi strategi pemulihan operasional berdasarkan hasil BIA dan RA
    • Analisis biaya dan manfaat (cost-benefit) dalam pemilihan mitigasi risiko
    • Penetapan prosedur mitigasi sebelum, saat, dan sesudah krisis
  • Sesi 2: Pengembangan Business Continuity Plan (BCP)
    • Struktur dan komponen dokumen BCP yang taktis dan mudah dieksekusi
    • Protokol komunikasi krisis dan manajemen insiden terpadu
    • Studi Kasus: Kegagalan komunikasi krisis dan dampaknya terhadap operasional serta reputasi
  • Sesi 3: Pengujian dan Latihan (Exercising & Testing) BCP
    • Merancang skenario pengujian (Tabletop, Simulasi Fungsional, Full Scale)
    • Validasi efektivitas respons terhadap skenario disrupsi yang realistis
    • Simulasi: Tabletop exercise menghadapi skenario gangguan infrastruktur atau krisis siber
  • Sesi 4: Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Berkelanjutan
    • Mekanisme pelaksanaan audit internal kelangsungan bisnis berdasarkan ISO 22301:2019
    • Pelaksanaan tinjauan manajemen (Management Review) dan perumusan tindakan perbaikan
    • Penyelarasan budaya sadar risiko dan ketahanan di seluruh tingkatan organisasi

Aktivitas Praktis: Pelaksanaan tabletop exercise (simulasi skenario krisis manajemen) dan perumusan action plan peningkatan BCP.

Learning Outcome: Peserta mampu merancang, memvalidasi melalui simulasi, dan mengevaluasi rencana kelangsungan bisnis secara komprehensif di lingkungan kerja.

TARGET PESERTA

  • Chief Risk Officer (CRO) dan jajaran direksi
  • Head of Business Continuity Management / Crisis Management
  • Manajer Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Tata Kelola Operasional
  • Head of IT Security, Infrastructure, and Operations
  • Auditor Internal dan Pengendali Internal (Internal Control)
  • Pemimpin Departemen atau Divisi yang bertanggung jawab atas proses bisnis kritikal

MANFAAT PELATIHAN

Bagi Peserta: Memperoleh kapabilitas teknis dan kerangka berpikir strategis dalam merancang, memimpin, serta mengelola inisiatif kelangsungan bisnis di unit kerja masing-masing. Peserta juga memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data saat terjadi disrupsi operasional.

Bagi Perusahaan: Memiliki tim yang mampu meminimalisasi potensi kerugian finansial, menjaga stabilitas operasional, serta mencegah kerusakan reputasi akibat krisis. Perusahaan juga akan mampu meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan (investor, regulator, mitra strategis) melalui penerapan kepatuhan yang selaras dengan standar internasional ISO 22301:2019.

ALASAN PENYUSUNAN MODUL

Kondisi Ideal: Perusahaan memiliki sistem mitigasi, struktur tata kelola krisis, dan rencana pemulihan yang terintegrasi, selalu diuji secara berkala, serta didukung oleh budaya sadar ketahanan operasional, sehingga bisnis utama tetap berjalan meskipun terjadi gangguan berskala masif.

Kondisi Faktual: Banyak organisasi masih mengandalkan pendekatan reaktif dalam menghadapi krisis, memiliki dokumen BCP yang usang dan tidak pernah diuji, serta menghadapi kendala dalam mengintegrasikan manajemen risiko dengan strategi kelangsungan operasional harian, yang berisiko pada kelumpuhan bisnis jangka panjang.

METODE PENYAMPAIAN & EVALUASI :

Presentasi interaktif untuk penguatan konsep standar ISO, bedah kasus riil dari dinamika bisnis korporasi modern, diskusi kelompok terarah berbasis problem-solving, serta simulasi manajemen krisis melalui metode tabletop exercise.

Metode Evaluasi: Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test untuk evaluasi pemahaman, observasi partisipasi aktif selama simulasi pemecahan kasus, serta evaluasi terhadap kualitas draf BIA dan action plan yang dihasilkan di akhir sesi.

PROFIL INSTRUKTUR

Program ini akan dipandu oleh Konsultan Senior dan Praktisi Utama dari MDP Consulting yang memiliki rekam jejak lebih dari dua dekade dalam memimpin strategi manajemen risiko, tata kelola kepatuhan, investasi bisnis, dan investigasi pencegahan krisis di perusahaan berskala nasional dan multinasional.

Dengan pengalaman menduduki posisi strategis di level eksekutif pada berbagai institusi, fasilitator menggunakan pendekatan konsultatif yang mengakar pada penyelesaian tantangan bisnis nyata di lapangan.

Pendampingan difokuskan pada penyelarasan antara regulasi, pengendalian internal, dan implementasi strategi operasional, sehingga peserta memperoleh insight praktis dalam merancang kerangka Business Continuity Management yang tangguh, kontekstual, dan sepenuhnya aplikatif bagi organisasi.

Call To Action

Tingkatkan ketahanan operasional dan kesiapan organisasi Anda dalam menghadapi berbagai skenario disrupsi melalui pendekatan standar global. Hubungi konsultan MDP Consulting untuk mendapatkan proposal resmi, menyesuaikan kurikulum ini dengan konteks spesifik industri Anda, dan mendiskusikan langkah implementasi program pelatihan.

Copyright © 2026 MDP Consulting. All Rights Reserved.

INFO KONTAK

 

Download Silabus :