FINANCIAL RESILIENCE and STRESS TESTING
Membangun Ketahanan Finansial dan Strategi Mitigasi Risiko dalam Kondisi Krisis
LATAR BELAKANG
Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi pasar, dan tekanan regulasi menuntut perusahaan di Indonesia untuk memiliki sistem ketahanan finansial yang terukur. Perbankan, asuransi, dan BUMN menghadapi risiko sistemik yang dapat memengaruhi stabilitas operasional dan reputasi apabila tidak memiliki mekanisme stress testing yang memadai.
Data dari OJK menunjukkan bahwa sektor keuangan Indonesia masih rentan terhadap guncangan eksternal, termasuk volatilitas nilai tukar dan penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan stress testing sebagai alat prediktif untuk mengantisipasi dampak krisis terhadap modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan.
Pelatihan ini relevan bagi organisasi yang ingin memastikan keberlanjutan bisnis melalui pendekatan berbasis data, skenario realistis, dan strategi mitigasi yang dapat langsung diimplementasikan. Fokusnya bukan hanya pada kepatuhan regulasi, tetapi juga pada penciptaan nilai bisnis melalui pengambilan keputusan yang lebih tangguh.
TUJUAN PELATIHAN
- Memahami konsep financial resilience dan kaitannya dengan keberlanjutan bisnis.
- Menguasai teknik stress testing untuk mengukur dampak skenario krisis terhadap organisasi.
- Mengembangkan strategi mitigasi risiko yang aplikatif dan berbasis data.
- Menghubungkan hasil stress test dengan kebijakan operasional dan KPI perusahaan.
RUNDOWN MATERI PELATIHAN (Durasi 2 Hari)
Hari 1
- Sesi 1: Konsep Financial Resilience dalam Konteks Bisnis Indonesia •
- Urgensi ketahanan finansial di sektor perbankan, BUMN, dan manufaktur
- Learning Outcome: Peserta memahami kerangka resilience dan relevansinya terhadap kinerja organisasi
- Sesi 2: Kerangka Regulasi dan Standar Internasional (Basel, IFRS, OJK)
- Analisis regulasi dan implikasi terhadap perusahaan di Indonesia
- Learning Outcome: Peserta mampu mengaitkan regulasi dengan strategi internal
- Sesi 3: Teknik Stress Testing – Solvency & Liquidity
- Simulasi skenario krisis (GDP turun, inflasi tinggi, penurunan pasar)
- Aktivitas Praktis: Workshop simulasi stress test berbasis data kasus nyata • Learning Outcome: Peserta mampu melakukan stress test sederhana sesuai konteks organisasi
- Sesi 4: Studi Kasus Nasional & Diskusi Kelompok
- Analisis kasus krisis finansial di Indonesia
- Learning Outcome: Peserta mampu mengidentifikasi faktor risiko utama dan solusi mitigasi
Hari 2
- Sesi 1: Integrasi Stress Testing dengan Business Continuity Planning
- Hubungan resilience dengan keberlanjutan operasional
- Learning Outcome: Peserta memahami integrasi stress test dengan BCP
- Sesi 2: Strategi Mitigasi Risiko dan Pengambilan Keputusan
- Penyusunan rencana aksi berbasis hasil stress test • Aktivitas Praktis: Role play pengambilan keputusan dalam simulasi krisis
- Learning Outcome: Peserta mampu merumuskan strategi mitigasi yang aplikatif
- Sesi 3: Monitoring, Reporting, dan KPI Alignment
- Mekanisme evaluasi hasil stress test terhadap kinerja bisnis
- Learning Outcome: Peserta mampu menyusun laporan dan rekomendasi berbasis KPI
- Sesi 4: Simulasi Akhir & Action Plan
- Simulasi komprehensif dengan multi-skenario
- Aktivitas Praktis: Penyusunan action plan untuk organisasi masing-masing • Learning Outcome: Peserta menghasilkan rencana implementasi nyata pasca pelatihan
TARGET PESERTA
Eksekutif, manajer risiko, regulator, analis keuangan, dan profesional di sektor perbankan, asuransi, BUMN, FMCG, logistik, serta manufaktur yang bertanggung jawab atas stabilitas finansial dan keberlanjutan bisnis.
MANFAAT PELATIHAN
- Bagi Peserta: Meningkatkan kompetensi analisis risiko, kemampuan melakukan stress test, serta keterampilan menyusun strategi mitigasi yang relevan dengan kondisi kerja.
- Bagi Perusahaan: Memperkuat ketahanan finansial, meningkatkan kepatuhan regulasi, serta memastikan keberlanjutan operasional dan reputasi organisasi.
ALASAN PENYUSUNAN MODUL
- Kondisi Ideal: Organisasi memiliki sistem resilience yang terintegrasi dengan strategi bisnis, mampu menghadapi krisis tanpa mengganggu operasional.
- Kondisi Faktual: Banyak perusahaan di Indonesia masih berfokus pada kepatuhan regulasi tanpa mengintegrasikan stress testing ke dalam pengambilan keputusan strategis.
METODE PENYAMPAIAN DAN EVALUASI
- Metode Penyampaian: Presentasi interaktif, studi kasus nasional, diskusi kelompok, simulasi krisis, dan role play pengambilan keputusan.
- Metode Evaluasi: Pre-test dan post-test, penilaian partisipasi, laporan pasca training, serta evaluasi action plan peserta.
PROFIL INSTRUKTUR
Program difasilitasi oleh konsultan dan praktisi senior MDP Consulting dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam bidang manajemen risiko, fraud investigation, dan governance, risk & compliance.
Telah mendampingi perusahaan nasional, BUMN, dan multinasional dalam pengembangan SDM berbasis kebutuhan organisasi serta implementasi kerangka risiko yang aplikatif.
Pendekatan fasilitasi bersifat konsultatif, kontekstual, dan berbasis praktik nyata, sehingga relevan untuk lintas industri dan mudah diadaptasi dalam konteks kerja peserta.
CALL TO ACTION
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan ini, silabus dapat digunakan sebagai acuan resmi dalam proses internal perusahaan maupun kebutuhan procurement.
Copyright © 2026 MDP Consulting. All rights reserved.
INFO KONTAK