MDP Consulting

Implementasi DAASA (Detection–Awareness–Action Self Assessment)

5/5
Implementasi DAASA & EWD-AWA-EWA

Implementasi DAASA (Detection–Awareness–Action Self Assessment)

Membangun Sistem Deteksi Dini dan Respons Risiko yang Terintegrasi untuk Mendukung Kinerja Operasional dan Kepatuhan Organisasi

Latar Belakang

Dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan penuh ketidakpastian, kemampuan organisasi untuk mendeteksi, menyadari, dan mengambil tindakan terhadap risiko secara cepat dan terstruktur menjadi penentu utama ketahanan dan kinerja. Risiko operasional, kepatuhan, keuangan, dan reputasi yang tidak terkelola dengan baik telah terbukti menyebabkan gangguan operasi, kerugian finansial yang material, serta penurunan kepercayaan stakeholder. Data dari berbagai industri menunjukkan bahwa mayoritas kegagalan bisnis berawal dari ketidakefektifan dalam proses identifikasi dan eskalasi sinyal risiko pada tahap awal.

Kerangka kerja DAASA (Detection, Awareness, Action) yang diperkuat dengan siklus EWD-AWA-EWA (Early Warning Detection, Awareness, Action) menawarkan pendekatan sistematis untuk mengubah data risiko menjadi insight yang dapat ditindaklanjuti. Tantangan utama yang sering dihadapi organisasi bukan terletak pada kurangnya data, melainkan pada absennya mekanisme terpadu untuk mengumpulkan sinyal dari berbagai sumber, menyaringnya menjadi informasi yang kontekstual, serta memastikan respons yang terkoordinasi dan terdokumentasi. Hal ini seringkali mengakibatkan celah antara fungsi manajemen risiko dengan proses audit internal.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan panduan aplikatif yang kontekstual dengan tantangan regulasi dan operasional di Indonesia. Pelatihan berfokus pada pembangunan kompetensi praktis dalam memetakan sumber risiko, merancang dan menggunakan dokumen pendukung yang efektif, serta menciptakan tautan yang kuat antara proses manajemen risiko harian dengan perencanaan dan eksekusi audit internal, sehingga menciptakan siklus pengendalian yang berkelanjutan.

Tujuan Pelatihan

  • Menganalisis berbagai sumber risiko internal dan eksternal serta mengklasifikasikannya berdasarkan dampak terhadap tujuan organisasi.
  • Merancang dan mengimplementasikan proses Detection, Awareness, dan Action (DAASA) dengan memanfaatkan siklus EWD-AWA-EWA dalam konteks operasional peserta.
  • Menyusun dokumen pendukung manajemen risiko (seperti Risk Register, Laporan Early Warning, dan Action Plan) yang terstandarisasi dan dapat diaudit.
  • Mengintegrasikan output dari proses DAASA ke dalam perencanaan audit internal untuk menciptakan audit yang berbasis risiko dan lebih efektif.

Rundown Materi Pelatihan

Durasi 2 Hari

Hari 1: Fondasi Identifikasi Risiko dan Mekanisme Deteksi Dini (EWD)

  • Sesi 1: Kerangka Kerja Risiko dan DAASA dalam Konteks Bisnis
    • Kontekstualisasi jenis risiko (operasional, kepatuhan, keuangan, strategis, reputasi) dengan dinamika industri peserta.
    • Prinsip dasar DAASA dan siklus EWD-AWA-EWA sebagai engine penggerak ketahanan organisasi.
    • Aktivitas Praktis: Pemetaan awal sumber risiko spesifik unit kerja peserta.
  • Sesi 2: Pemetaan Sumber Risiko dan Teknik Pengumpulan Sinyal
    • Analisis mendalam terhadap sumber risiko: dari dokumen internal, laporan operasional, hingga lingkungan eksternal.
    • Teknik mengidentifikasi anomali dan sinyal early warning dari data rutin dan non-rutin.
    • Aktivitas Praktis: Simulasi pembuatan checklist sumber data risiko untuk fungsi tertentu.
  • Sesi 3: Workshop Penyusunan Dokumen Pendukung Deteksi (Risk Register & Laporan EWD)
    • Struktur dan kriteria informasi efektif dalam Risk Register.
    • Merancang template Laporan Early Warning yang komunikatif dan dapat ditindaklanjuti.
    • Aktivitas Praktis: Pengisian dan presentasi draft Risk Register berdasarkan studi kasus nyata.
  • Learning Outcome Hari 1: Peserta mampu memetakan ekosistem risiko di area kerjanya dan merancang instrument dasar untuk mendeteksi serta melaporkan sinyal risiko secara terstruktur.

Hari 2: Dari Kesadaran ke Tindakan dan Integrasi dengan Audit Internal

  • Sesi 1: Membangun Awareness Organisasi dan Perencanaan Tindakan Mitigasi
    • Teknik mengkomunikasikan risiko untuk membangun kesadaran (Awareness) di level manajemen.
    • Merancang Action Plan mitigasi yang spesifik, terukur, dan memiliki pemilik tanggung jawab yang jelas.
    • Aktivitas Praktis: Role-play penyampaian laporan risiko dan diskusi perencanaan mitigasi.
  • Sesi 2: Dokumentasi yang Efektif untuk Akuntabilitas dan Audit Trail
    • Prinsip dokumentasi yang mendukung akuntabilitas tindakan dan evaluasi efektivitas.
    • Review dokumen pendukung: dari notulen rapat hingga laporan evaluasi mitigasi.
    • Aktivitas Praktis: Penyusunan paket dokumentasi lengkap untuk satu skenario risiko.
  • Sesi 3: Integrasi Output DAASA ke dalam Siklus Audit Internal
    • Bagaimana auditor menggunakan Risk Register, Laporan EWD, dan Action Plan untuk menentukan scope dan prioritas audit.
    • Menjembatani komunikasi antara fungsi manajemen risiko dan audit internal.
    • Aktivitas Praktis: Studi kasus mengubah temuan DAASA menjadi poin-poin dalam rencana kerja audit.
  • Learning Outcome Hari 2: Peserta mampu mengelola siklus lengkap respons risiko dan mengaitkan seluruh output proses dengan kebutuhan audit internal untuk menciptakan nilai tambah strategis.

Target Peserta

  • Manajer dan Staf Senior di fungsi Manajemen Risiko, Compliance, dan Pengendalian Internal.
  • Auditor Internal yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan audit.
  • Pejabat Operasional dan Pengawas Unit Kerja yang bertanggung jawab atas identifikasi dan mitigasi risiko di departemennya.
  • Profesional dari sektor Perbankan, Asuransi, BUMN, FMCG, Logistik, dan Manufaktur yang membutuhkan pendekatan terstruktur dalam manajemen risiko.

Manfaat Pelatihan

Bagi Peserta:

  • Memperoleh kerangka kerja terstruktur dan tool yang langsung dapat diaplikasikan untuk mengelola risiko di unit kerjanya.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mendokumentasikan proses dan keputusan terkait risiko untuk akuntabilitas dan pembelajaran organisasi.
  • Memperluas perspektif mengenai integrasi antara manajemen risiko operasional dengan proses assurance audit internal.

Bagi Perusahaan:

  • Menguatkan sistem pertahanan bisnis melalui deteksi dan respons risiko yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi fungsi audit internal dengan sumber daya yang lebih terfokus pada area berisiko tinggi.
  • Membangun budaya risiko yang proaktif dan dokumentasi yang rapi, yang mendukung prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance) dan pemenuhan regulasi.

Alasan Penyusunan Modul

Kondisi Ideal: Organisasi memiliki sistem manajemen risiko yang hidup, di mana deteksi dini berjalan otomatis, kesadaran risiko tinggi di semua level, dan tindakan mitigasi dilaksanakan serta dievaluasi secara konsisten. Outputnya menjadi input bernilai tinggi bagi audit yang berbasis risiko.
Kondisi Faktual: Sering ditemui kondisi di mana identifikasi risiko bersifat ad-hoc, dokumentasi tersebar dan tidak terstandar, serta terdapat gap komunikasi dan koordinasi antara fungsi pelaku operasional, manajemen risiko, dan auditor internal, sehingga potensi risiko dapat terlewat atau ditangani secara tidak optimal.

Metode Penyampaian dan Evaluasi

Metode Penyampaian: Presentasi konsep secara interaktif, diskusi berbasis pengalaman peserta (experience sharing), workshop penyusunan dokumen, simulasi role-play, dan analisis studi kasus yang relevan dengan industri peserta. Pendekatan yang digunakan adalah konsultatif untuk memastikan kontekstualisasi materi.

Metode Evaluasi: Evaluasi dilakukan melalui pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, observasi partisipasi dan kedalaman kontribusi selama sesi workshop, serta post-test dan penyusunan action plan pribadi sebagai komitmen implementasi. Laporan rekomendasi tindak lanjut dapat disusun berdasarkan output workshop peserta.

Profil Instruktur

Instruktur merupakan Konsultan dan Praktisi Senior dari MDP Consulting dengan spesialisasi dalam pengembangan sistem pengendalian dan manajemen risiko organisasi. Memiliki pengalaman yang komprehensif dalam mendampingi perusahaan nasional, BUMN, dan multinasional di berbagai sektor, termasuk perbankan, asuransi, dan manufaktur, untuk merancang dan mengimplementasikan kerangka kerja tata kelola, risiko, dan kepatuhan (GRC) yang aplikatif. Pendekatan yang dibawa bersifat konsultatif, berfokus pada memahami kebutuhan unik klien dan menerjemahkan konsep menjadi solusi operasional yang terintegrasi dengan proses bisnis dan budaya organisasi. Pengalaman tersebut sangat relevan dengan kebutuhan program untuk membangun jembatan antara konsep DAASA dengan implementasi dan audit yang efektif.

Call To Action
Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyesuaian materi, penjadwalan, atau diskusi kebutuhan spesifik organisasi, tim MDP Consulting siap untuk dihubungi.

Copyright
© Hak Cipta 2023 oleh MDP Consulting. Seluruh materi pelatihan ini dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak, menyimpan, atau mendistribusikan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis.

Info Kontak:

 

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Jakarta