MDP Consulting

Program Team Building: Strategic Coaching for Leaders: Building High-Performance Teams

5/5
PROGRAM TEAM BUILDING - Strategic Coaching for Leader - Building High-Performance Teams _ MDP Consulting

Program Team Building:

Strategic Coaching for Leaders:

Building High-Performance Teams

Program Pengembangan Kepemimpinan Berbasis Pengalaman melalui Simulasi dan Praktik Langsung Intensif untuk Memperkuat Peran Pemimpin sebagai Coach dalam Membangun Tim yang Adaptif dan Berkinerja Tinggi.

Latar Belakang:

Di lingkungan bisnis yang semakin dinamis dan kompleks, ketergantungan pada satu pemimpin sebagai sumber semua solusi (the "hero leader") telah menjadi model yang ketinggalan zaman. Riset dari Gartner menunjukkan bahwa tim yang dipimpin oleh pemimpin yang menerapkan pendekatan coaching menunjukkan peningkatan kinerja hingga 21% dan peningkatan keterlibatan karyawan sebesar 40%. Model kepemimpinan instruksional yang top-down seringkali menghambat inovasi, adaptasi, dan akuntabilitas di level tim.

Kesenjangan utama yang dihadapi banyak organisasi saat ini adalah para manajer dan direktur, meskipun ahli dalam bidang teknis mereka, belum sepenuhnya menguasai keterampilan untuk memberdayakan dan mengembangkan bakat dalam tim mereka. Mereka cenderung memberikan solusi daripada membimbing anggota tim untuk menemukan jawabannya sendiri. Hal ini menciptakan bottleneck dalam pengambilan keputusan, membatasi pertumbuhan tim, dan pada akhirnya mempengaruhi kecepatan organisasi dalam merespon perubahan.

Program "The Coaching Catalyst" dirancang sebagai respons terhadap urgensi tersebut. Program ini bukan sekadar pelatihan teori, melainkan sebuah laboratorium experiential yang aman bagi para pemimpin untuk mengalami langsung pergeseran dari pola pikir "telling" ke "asking", dan mempraktikkan keterampilan coaching dalam simulasi yang mencerminkan tantangan bisnis riil. Fokusnya adalah pada pembentukan kebiasaan baru yang langsung dapat diaplikasikan untuk membangun budaya kolaborasi dan pemberdayaan yang lebih kuat.

Tujuan Pelatihan:

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan peran dan nilai strategis dari "Leader as a Coach" dalam konteks bisnis kontemporer.
  2. Menerapkan model percakapan coaching terstruktur (seperti GROW) untuk memandu diskusi pengembangan kinerja dengan anggota tim.
  3. Memperagakan keterampilan coaching inti, khususnya Active Listening(Mendengarkan Aktif) dan Powerful Questioning (Bertanya Membuka Wawasan) dalam berbagai skenario.
  4. Mengidentifikasi peluang coaching dalam tantangan kepemimpinan sehari-hari dan merancang pendekatan percakapan yang efektif.
  5. Menyusun rencana aksi pribadi 30/60/90 hari untuk mengintegrasikan dan mempraktikkan pendekatan coaching dalam peran kepemimpinan mereka.

Rundown Materi Pelatihan:

HARI 1: MEMBANGUN FONDASI POLA PIKIR DAN KETERAMPILAN DASAR COACHING

Learning Outcome Hari 1: Peserta memahami urgensi perubahan peran kepemimpinan dan telah mempraktikkan dasar-dasar percakapan coaching dalam lingkungan yang terstruktur.

Sesi 1: The Strategic Imperative – Why Coaching is the New Leadership Currency

  • Materi Utama:
    1. Analisis konteks bisnis: mengapa kepemimpinan instruksional tidak lagi cukup.
    2. Data dan riset dampak coaching terhadap kinerja tim dan organisasi.
    3. Mendefinisikan peran "Leader as a Coach" dan membedakannya dari mentor, konsultan, atau manager tradisional.
    4. Mengenali momen-momen kunci (coachable moments) dalam interaksi sehari-hari.
  • Aktivitas Praktis:Facilitated Dialogue – Diskusi kelompok terpandu untuk menggali pengalaman kepemimpinan dan menghubungkannya dengan konsep coaching.

Sesi 2: The Core Shift – From "Hero" to "Catalyst" Mindset

  • Materi Utama:
    1. Eksplorasi pola pikir fixedgrowth mindset dalam kepemimpinan.
    2. Anatomi pola pikir "telling" (memberi tahu) vs "asking" (bertanya membimbing).
    3. Prinsip dasar coaching: percaya bahwa individu memiliki sumber daya untuk berkembang.
    4. Etika dan batasan dalam coaching di lingkungan kerja.
  • Aktivitas Praktis:Self-Assessment & Case Study Reflection – Identifikasi kecenderungan pola pikir pribadi dan analisis studi kasus mini.

Sesi 3: Skill Lab 1 – The Foundational Tools of a Coaching Conversation

  • Materi Utama:
    1. Seni Active Listening(Mendengarkan Aktif): mendengarkan untuk memahami, bukan untuk membalas.
    2. Kekuatan Powerful Questioning(Bertanya Membuka Wawasan): merancang pertanyaan terbuka yang memicu refleksi.
    3. Pengenalan model terstruktur GROW(Goal, Reality, Options, Will) sebagai panduan percakapan.
  • Aktivitas Praktis & Game 1: Peer Coaching Triads– Latihan berpasangan intensif. Peserta berlatih menjadi coach, coachee, dan observer menggunakan skenario terkontrol untuk membangun kompetensi dasar.

Sesi 4: Simulasi & Game 2 – "The Silent Symphony" (Simulasi Kepemimpinan Non-Verbal)

  • Deskripsi Game:Sebuah simulasi fisik di mana tim harus menyelesaikan tugas kompleks (seperti merakit suatu pola atau urutan) tanpa komunikasi verbal sama sekali. Peserta harus memimpin dan berkolaborasi hanya melalui isyarat, perhatian, dan kepercayaan.
  • Tujuan & Relevansi dengan Coaching:
    • Melatih kepekaan observasi dan kesadaran situasional yang tajam.
    • Metafora kuat untuk menahan diri memberikan instruksi (telling) dan memberdayakan tim untuk menemukan solusi mereka sendiri.
    • Membangun kepercayaan dan kejelasan tujuan bersama tanpa bergantung pada kata-kata.
  • Aktivitas Praktis:Pelaksanaan game diikuti dengan In-depth Debrief Session yang menghubungkan setiap momen dalam simulasi dengan prinsip coaching di tempat kerja.

HARI 2: APLIKASI, INTEGRASI, DAN KOMITMEN

Learning Outcome Hari 2: Peserta mampu mengaplikasikan keterampilan coaching pada tantangan riil, mensimulasikannya dalam dinamika tim yang kompleks, dan membuat komitmen konkret untuk penerapan di tempat kerja.

Sesi 1: Integrasi Awal – Refleksi dan Penyegaran

  • Materi Utama:
    1. Penyegaran pembelajaran kunci dari Hari 1.
    2. Sharing insight dan tantangan awal dalam mempraktikkan pola pikir coaching.
  • Aktivitas Praktis:Pair & Share – Diskusi berpasangan untuk menginternalisasi pembelajaran dan menyiapkan mental untuk aplikasi yang lebih kompleks.

Sesi 2: Simulasi & Game 3 – "The Cross-Functional Challenge" (Simulasi Bisnis Lintas Fungsi)

  • Deskripsi Game:Sebuah simulasi bisnis interaktif berbasis board game atau card game. Peserta dibagi menjadi tim yang mewakili fungsi berbeda (e.g., Sales, Marketing, Operations, Finance) dalam sebuah "perusahaan virtual". Mereka harus berkolaborasi membuat keputusan strategis untuk beberapa "periode kuartal" guna mencapai tujuan bisnis.
  • Aturan Khusus Integrasi Coaching:Setiap kali akan membuat keputusan strategis, anggota tim harus melakukan sesi coaching singkat terlebih dahulu.
  • Tujuan & Relevansi dengan Coaching:
    • Melatih penerapan coaching dalam konteks tekanan bisnis dan kepentingan lintas divisi.
    • Mengamati dampak percakapan coaching terhadap kualitas diskusi dan hasil keputusan tim.
    • Mengasah keterampilan coaching dalam dinamika kelompok, bukan hanya satu lawan satu.
  • Aktivitas Praktis:Pelaksanaan simulasi dan Strategic Debrief panjang yang dianalisis bersama fasilitator.

Sesi 3: Skill Lab 2 & Game 4 – "Real-Play Clinic" (Coaching untuk Tantangan Nyata)

  • Deskripsi Aktivitas:Ini adalah puncak dari pelatihan. Bukan menggunakan skenario buatan, setiap peserta membawa satu tantangan kepemimpinan aktual dan nyata yang sedang dihadapi di pekerjaan.
  • Format Game:Menggunakan metode Fishbowl atau Coaching Clinic Circle. Seorang peserta menjadi "coachee", seorang menjadi "coach", dan lainnya mengobservasi. Percakapan coaching berlangsung hidup dengan umpan balik langsung dari fasilitator dan rekan.
  • Tujuan & Relevansi:
    • Mentransfer keterampilan coaching langsung ke konteks dunia nyata peserta.
    • Memberikan kepercayaan diri bahwa kerangka kerja coaching dapat mengatasi masalah riil.
    • Menciptakan pembelajaran yang sangat personal dan berdampak tinggi.

Sesi 4: Commitment to Action – From Learning to Sustainable Practice

  • Materi Utama:
    1. Teknik mengatasi hambatan dalam penerapan coaching.
    2. Membangun sistem pendukung dan akuntabilitas (peer support).
    3. Merancang rencana tindak lanjut yang spesifik dan terukur.
  • Aktivitas Praktis & Penutup: Action Plan Workshop & Commitment Circle– Setiap peserta menyusun rencana aksi pribadi 30/60/90 hari dan menyatakan komitmennya di hadapan rekan kelompok, mengikatkan pembelajaran menjadi tanggung jawab bersama.

Target Peserta:

Program ini dirancang khusus untuk para pemimpin tingkat menengah atas (Middle to Senior Management), yaitu:

  • Manager
  • Senior Manager
  • General Manager
  • Director
    dari berbagai fungsi dan divisi yang bertanggung jawab dalam memimpin dan mengembangkan tim.

Manfaat Pelatihan:

Manfaat untuk Peserta:

  • Memperoleh kerangka kerja dan toolkit praktis untuk mengubah percakapan sehari-hari menjadi momen pengembangan bagi tim.
  • Meningkatkan kemampuan memimpin tanpa micromanage, sehingga mengurangi beban operasional dan stres.
  • Mengembangkan keterampilan interpersonal yang lebih dalam, khususnya dalam mendengarkan dan berkomunikasi, yang berguna dalam semua aspek kepemimpinan.
  • Membangun kepercayaan diri untuk menghadapi percakapan-percakapan menantang terkait kinerja dan pengembangan karyawan.
  • Memperluas jaringan dengan pemimpin dari divisi lain dalam lingkungan pembelajaran yang kolaboratif.

Manfaat untuk Perusahaan:

  • Memperkuat budaya pemberdayaan dan akuntabilitas, yang mendorong inovasi dan kecepatan respon di level tim.
  • Mengurangi bottleneck dalam pengambilan keputusan, karena anggota tim lebih terlatih untuk menyelesaikan masalah.
  • Meningkatkan keterlibatan dan retensi talenta, karena karyawan merasa didengar, dikembangkan, dan diberdayakan.
  • Membangun keseragaman bahasa dan pendekatan dalam pengembangan kepemimpinan di seluruh level manajemen.
  • Investasi strategis dalam membangun pipeline kepemimpinan internal yang lebih kuat dan adaptif.

Alasan Penyusunan Modul:

Kondisi Ideal:
Seorang pemimpin ideal di level manager dan director tidak hanya mencapai target bisnis, tetapi juga berperan sebagai katalisator pertumbuhan timnya. Mereka menguasai keterampilan untuk mengungkap potensi tersembunyi dalam diri setiap anggota tim, membimbing melalui pertanyaan yang tepat, dan menciptakan lingkungan di mana ide-ide dapat tumbuh. Pemimpin seperti ini membangun ketahanan organisasi dengan mengembangkan pemimpin-pemimpin lain di sekitarnya, memastikan kesinambungan dan keberlanjutan kinerja tinggi.

Kondisi Faktual:
Pada kenyataannya, banyak pemimpin yang terjebak dalam peran operasional dan taktis. Tekanan untuk mencapai hasil jangka pendek seringkali membuat mereka cenderung memberikan instruksi langsung dan solusi cepat (tell-and-sell), alih-alih meluangkan waktu untuk membimbing (coach). Hal ini mengakibatkan ketergantungan berlebihan pada sang pemimpin, burnout pada level manajemen, dan kurangnya inisiatif dari level bawah. Kesenjangan antara kebutuhan untuk mengembangkan orang dan tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan menciptakan siklus yang melemahkan perkembangan budaya coaching di organisasi.

Metode Penyampaian dan Evaluasi:

Metode Penyampaian:
Pelatihan ini menggunakan pendekatan Experiential Learning (70-20-10 Model) dengan komposisi:

  • 70% Experiential & Practice-Based Learning:Simulasi bisnis (The Silent SymphonyCross-Functional Challenge), Real-Play dengan kasus nyata, dan sesi praktik berpasangan (Peer Coaching Triads).
  • 20% Social Learning & Collaboration:Diskusi kelompok terpandu (Facilitated Dialogue), Commitment Circle, dan sesi Fishbowl untuk observasi dan umpan balik.
  • 10% Formal Learning:Penyampaian konsep kunci melalui presentasi interaktif singkat (Micro-Lectures) dan bahan bacaan penunjang.

Metode Evaluasi:
Efektivitas pelatihan diukur melalui:

  1. Pre-Training Assessment:Kuisioner untuk mengukur pemahaman awal dan ekspektasi peserta terhadap konsep coaching.
  2. Observasi Partisipasi Aktif:Penilaian kontribusi selama diskusi, simulasi, dan sesi praktik.
  3. Action Plan Review:Kualitas dan kelayakan Rencana Aksi 30/60/90 hari yang disusun peserta sebagai output konkret.
  4. Post-Training Evaluation:Survei reaksi (Kirkpatrick Level 1) untuk mengukur kepuasan terhadap materi, fasilitator, dan metode.

Paket Pendampingan Pasca Pelatihan (Opsional):

Follow-up Coaching Clinic (4-6 Minggu Pasca Pelatihan):
Untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penerapan, tersedia paket tambahan berupa sesi Coaching Clinic. Sesi ini berfungsi sebagai:

  • Evaluasi Tingkat Penerapan (Kirkpatrick Level 3):Mengukur perubahan perilaku dan aplikasi keterampilan coaching di tempat kerja.
  • Forum Problem-Solving:Peserta berbagi kemajuan, tantangan riil, dan solusi dalam menerapkan rencana aksi mereka.
  • Penyegaran dan Penajaman Keterampilan:Fasilitator memberikan umpan balik lanjutan, klarifikasi konsep, dan pelatihan ulang pada area yang masih memerlukan penguatan.
  • Format:Sesi intensif berdurasi 3 jam (indoor/virtual) yang difasilitasi oleh instruktur utama.

Profil Instruktur

Ferry Basudewo

Pengalaman lebih dari 20 tahun di industri perbankan, keuangan, dan sales leadership dengan rekam jejak di bank multinasional. Pernah menjabat posisi strategis, antara lain sebagai Senior Vice President di HSBC, RBS Bank, Chinatrust Bank, dan Bank Andara; serta Vice President di ABN AMRO Bank dengan fokus pada consumer banking, direct sales, dan wealth management. Sejak tahun 2015 hingga sekarang, menjabat sebagai Operations Site Manager and Consultant for International Show and Entertainment Cargo Management.

Keahlian utama meliputi Consultative & Value-Based Selling untuk B2B & B2C; Consumer & Commercial Banking Sales; Leadership & Sales Productivity Management dalam membangun dan mengembangkan tim penjualan berskala nasional; serta Risk & Collection Management dengan prestasi meningkatkan recovery rate pinjaman hingga 100% dalam satu tahun. Juga mahir dalam Komunikasi Publik, Media Handling, dan Service Excellent.

Memiliki pengalaman internasional melalui keterlibatan dalam benchmarking, sales conference, dan leadership program di India, Taiwan, Pakistan, Dubai, Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Tiongkok. Latar belakang pendidikan mencakup Graduate Certificate in Business Practice (Marketing in Service Industry) dari Adelaide Institute of TAFE, Australia, dan Sarjana Hukum Bisnis dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Berpengalaman sebagai trainer sejak tahun 2000, telah melatih ribuan tenaga penjualan, supervisor, dan eksekutif di bidang sales productivity, consultative selling, consumer credit cycle, leadership, dan communication skills untuk frontliners, middle manager, dan senior manager di berbagai bank dan BUMN.

Merupakan anggota ASEAN Coach & Trainer -- Mercuri International berbasis di Kuala Lumpur. Memiliki referensi profesional dari tokoh industri seperti Budi G. Sadikin – Menteri Kesehatan, mantan Direktur Utama Bank Mandiri), Della Abdullah (Mantan Presiden Direktur GE Indonesia), dan Wawan Salum (Mantan Consumer Banking Director DBS Bank).

Call To Action

Transformasikan gaya kepemimpinan tim Anda dari instruksi menjadi pemberdayaan. Daftarkan para direktur dan manajer Anda sekarang dalam program eksklusif "Strategic Coaching for Leaders: Building High-Performance Teams".

© 2025 MDP Consulting – Empowering People, Elevating Business

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Customize