MDP Consulting

Refreshment Sertifikasi BSMR - Optimalisasi Fungsi 2ND Line & 3RD Line of Defense Dalam Implementasi Integrated GRC

★★★★★ 5/5
Refreshment Sertifikasi BSMR - Optimalisasi Fungsi 2ND Line & 3RD Line of Defense Dalam Implementasi Integrated GRC

Silabus Training & Workshop

Refreshment Sertifikasi BSMR -

Optimalisasi Fungsi 2ND Line & 3RD Line of Defense Dalam Implementasi Integrated GRC

Memperkuat Peran Risk Management & Internal Audit dalam Struktur Pertahanan Perusahaan Melalui Pendekatan Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang Terintegrasi dan Saling Mendukung.

Latar Belakang:

Dinamika bisnis dan regulasi yang semakin kompleks menuntut perusahaan untuk memiliki struktur pertahanan (lines of defense) yang tangguh. Fungsi Manajemen Risiko (2nd Line) dan Internal Audit (3rd Line) seringkali menghadapi tantangan dalam mendefinisikan peran, koordinasi, dan kolaborasi yang efektif. Tanpa pemahaman yang menyeluruh, potensi tumpang tindih wewenang, celah pengawasan, dan inefisiensi dapat terjadi, yang justru melemahkan ketahanan organisasi.

Riset global menunjukkan bahwa organisasi dengan implementasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang terintegrasi mampu mengurangi biaya kepatuhan hingga 30% dan meningkatkan kecepatan respon terhadap risiko bisnis. Namun, banyak perusahaan masih terjebak dalam pendekatan GRC yang terisolasi, dimana setiap lini defense bekerja dalam silo-nya masing-masing. Kondisi ini menciptakan blind spot yang berbahaya bagi sustainability organisasi di tengah ketidakpastian.

Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk menjawab urgensi tersebut. Fokusnya adalah pada penyelarasan peran dan pengoptimalan kolaborasi antara 2nd Line dan 3rd Line of Defense. Dengan pendekatan yang aplikatif, pelatihan ini menjadi wadah refreshment bagi pemegang sertifikasi BSMR dan profesional untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip GRC ke dalam DNA operasional perusahaan, memastikan ketiga lini pertahanan tidak hanya berfungsi, tetapi saling memperkuat.

Tujuan Pelatihan:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Menganalisis dan membedakan peran, tanggung jawab, serta batasan wewenang antara 2nd Line of Defense (Risk Management, Compliance) dan 3rd Line of Defense (Internal Audit) secara jelas.
  2. Mengidentifikasi area-area potensial tumpang tindih dan celah (gap) dalam proses manajemen risiko dan audit saat ini.
  3. Merancang strategi komunikasi dan mekanisme koordinasi yang efektif antara fungsi 2nd Line dan 3rd Line.
  4. Mengaplikasikan konsep Integrated GRC dalam menyusun dokumentasi risiko, rencana audit, dan program pengawasan yang selaras.
  5. Mengevaluasi efektivitas struktur pengendalian internal perusahaan berdasarkan prinsip Three Lines of Defense dan Integrated GRC.

Rundown Materi Pelatihan

Hari 1: Memperkuat Fondasi dan Sinergi 2nd & 3rd Line

Sesi 1: Revisi Konsep Dasar & Kerangka Integrated GRC

  1. Esensi Three Lines of Defense: Memahami peran 1st, 2nd, dan 3rd Line beyond teori.
  2. Konsep Integrated GRC: Mengapa pendekatan terintegrasi menjadi keharusan dalam tata kelola modern.
  3. Memetakan interaksi dan ketergantungan antara Risk Management, Compliance, dan Internal Audit.
  4. Tantangan umum dalam implementasi dan bagaimana mengatasinya.

Sesi 2: Peran Mendalam 2nd Line of Defense (Risk Management & Compliance)

  1. Strategi Risk Management 2nd Line: Dari identifikasi, asesmen, hingga mitigasi risiko.
  2. Membangun dan mengelola Risk Register serta Key Risk Indicators (KRI) yang efektif.
  3. Peran Compliance dalam memastikan kepatuhan dan membangun budaya risiko.
  4. Teknik memberikan challenge dan oversight yang konstruktif kepada 1st Line.

Sesi 3: Peran Strategis 3rd Line of Defense (Internal Audit)

  1. Memposisikan Internal Audit sebagai independent assurance.
  2. Menyusun Risk-Based Audit Plan yang selaras dengan Risk Profile dari 2nd Line.
  3. Teknik audit yang berfokus pada pengujian efektivitas pengendalian risiko.
  4. Komunikasi hasil audit yang berdampak dan dapat ditindaklanjuti.

Sesi 4: Workshop: Pemetaan Kolaborasi dan Menjembatani Gap

  1. Aktivitas Praktis: Simulasi kasus dimana terjadi miskomunikasi dan tumpang tindih antara tim Risk Management dan Internal Audit.
  2. Diskusi Kelompok: Peserta berdiskusi untuk mengidentifikasi akar masalah dan merancang mekanisme koordinasi yang tepat.
  3. Penyusunan Action Plan: Membuat draft prosedur kolaborasi untuk menghindari konflik peran di masa depan.

Learning Outcome Hari 1:
Peserta memiliki pemahaman yang mendalam dan terperinci tentang peran masing-masing lini defense. Peserta mampu mengidentifikasi titik-titik kolaborasi dan potensi konflik, serta mulai merancang strategi untuk menciptakan sinergi yang efektif.

Hari 2: Aplikasi dan Implementasi dalam Dunia Nyata

Sesi 1: Teknik dan Tools Implementasi Integrated GRC

  1. Framework dan model GRC (seperti COSO, ISO 31000) yang dapat diadopsi.
  2. Tools untuk memetakan dan memvisualisasikan koneksi antara risiko, kontrol, dan audit trail.
  3. Teknik mengintegrasikan bahasa dan metrik yang sama antara 2nd dan 3rd Line.

Sesi 2: Studi Kasus Komprehensif: Mengelola Risiko Fraud secara Terintegrasi

  1. Aktivitas Praktis: Analisis studi kasus nyata tentang kegagalan deteksi fraud akibat lemahnya koordinasi.
  2. Peserta berperan sebagai tim gabungan (Risk Management & Internal Audit) untuk merancang skenario pencegahan, deteksi, dan respons.
  3. Fokus pada pembagian tugas, sharing informasi, dan eskalasi yang tepat.

Sesi 3: Simulasi: Rapat Koordinasi Triwulanan 2nd & 3rd Line

  1. Aktivitas Praktis: Simulasi rapat antara Head of Risk Management dan Head of Internal Audit.
  2. Agenda membahas laporan risiko terbaru, temuan audit, serta penyusunan prioritas pengawasan untuk kuartal berikutnya.
  3. Melatih kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penyelesaian masalah secara kolaboratif.

Sesi 4: Evaluasi Kinerja & Penyusunan Rencana Tindak Lanjut

  1. Mengukur efektivitas model Three Lines of Defense di organisasi.
  2. Teknik menyusun laporan bersama untuk Dewan Komisaris/Direksi mengenai status GRC.
  3. Membuat personal action plan untuk mengimplementasikan pembelajaran di perusahaan masing-masing.

Learning Outcome Hari 2:
Peserta mampu mengaplikasikan konsep Integrated GRC melalui studi kasus dan simulasi. Peserta memiliki confidence untuk memimpin atau berpartisipasi aktif dalam inisiatif kolaborasi antara 2nd dan 3rd Line, serta memiliki rencana konkret untuk diterapkan di tempat kerja.

Target Peserta:

Pelatihan ini ditujukan bagi profesional dengan level menengah hingga senior, termasuk:

  • Pemegang Sertifikasi BSMR yang membutuhkan pembaruan pengetahuan.
  • Risk Managers, Compliance Officers, dan Internal Auditors.
  • Department Head di bidang pengendalian dan pengawasan.
  • Profesional yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan dan manajemen risiko.

Manfaat Pelatihan:

Manfaat untuk Peserta:

  • Memperoleh pemahaman yang jelas dan terstruktur tentang peran 2nd dan 3rd Line.
  • Meningkatkan kemampuan analitis dan strategis dalam mengelola risiko dan audit.
  • Memperoleh toolkit dan framework praktis untuk diimplementasikan langsung di tempat kerja.
  • Memperluas jaringan dengan profesional dari perusahaan lain.
  • Penyegaran (refreshment) pengetahuan untuk menjaga relevansi sertifikasi dan kompetensi.

Manfaat untuk Perusahaan:

  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi fungsi pengendalian internal perusahaan.
  • Mengurangi duplikasi pekerjaan dan celah (gap) pengawasan antara departemen.
  • Memperkuat budaya risiko dan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance).
  • Meningkatkan kualitas laporan risiko dan audit kepada Dewan Komisaris/Direksi.
  • Mengoptimalkan investasi dalam program GRC untuk menciptakan nilai tambah bisnis.

Alasan Penyusunan Modul:

Kondisi Ideal:
Dalam kondisi ideal, profesional di 2nd Line dan 3rd Line of Defense harus memiliki pemahaman yang komprehensif dan selaras tentang strategi perusahaan. Mereka harus mampu berkolaborasi secara proaktif, dimana 2nd Line membangun sistem pengendalian yang robust dan 3rd Line memberikan keyakinan yang independen atas efektivitas sistem tersebut. Komunikasi berjalan lancar dengan menggunakan bahasa dan metrik risiko yang sama, sehingga seluruh lini pertahanan bergerak secara terkoordinasi untuk melindungi dan menciptakan nilai bagi organisasi.

Kondisi Faktual:
Pada kenyataannya, sering ditemui kesenjangan antara kondisi ideal dan situasi di lapangan. Fungsi 2nd Line dan 3rd Line kerap bekerja dalam silo, dengan persepsi yang berbeda tentang prioritas risiko. Terkadang terjadi tumpang tindih dalam pengawasan atau, sebaliknya, muncul celah pengawasan karena asumsi bahwa suatu risiko telah ditangani oleh lini lainnya. Komunikasi yang tidak efektif dapat menimbulkan kesalahpahaman, sementara temuan audit tidak selalu ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem oleh 2nd Line. Modul ini disusun untuk secara langsung menjembatani kesenjangan-kesenjangan operasional ini.

Metode Penyampaian dan Evaluasi:

Metode Penyampaian:
Pelatihan disampaikan dengan metode yang interaktif dan partisipatif, menggabungkan:

  • Presentasi Interaktif yang kaya dengan contoh dunia nyata.
  • Diskusi Kelompok terpandu untuk bertukar pengalaman dan solusi.
  • Studi Kasus Komprehensif yang merefleksikan tantangan bisnis aktual.
  • Simulasi Role-Play untuk melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

Metode Evaluasi:
Efektivitas pelatihan diukur melalui:

  • Pre-Test dan Post-Test untuk mengukur peningkatan pemahaman kognitif.
  • Penilaian Partisipasi dan Kontribusi selama diskusi dan simulasi.
  • Review terhadap Action Plan yang disusun peserta di akhir pelatihan.

Profil Instruktur:

Ronny Gunawan, BSBA
Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai:

  • Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia
  • Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.
  • Branch Manager di HSBC Indonesia
  • Branch Head di berbagai perusahaan multifinance

Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit.

Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta, dengan topik meliputi:

  • Fraud Risk Management sesuai POJK & SE OJK
  • Pedoman Manajemen Anti Fraud & Early Fraud Detection
  • Governance, Risk & Compliance (GRC) & Good Corporate Governance (GCG)
  • Analisa Kredit & Manajemen Risiko Perbankan
  • Operational Risk Management & Business Continuity Management
  • Project Management

Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan.

Call To Action

Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan Refreshment Sertifikasi BSMR dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!

© 2025 MDP Consulting – Strategic Partner for Your Business Excellence

 

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Bali