Silabus Training & Workshop
Pelatihan komprehensif untuk meningkatkan akurasi tinjauan kredit, memperkuat early warning system, dan mengintegrasikan pendekatan anti-fraud dalam proses kredit guna menekan risiko NPL.
Kualitas portofolio kredit menjadi salah satu indikator utama kesehatan institusi perbankan. Berdasarkan data OJK per Agustus 2025, rasio NPL (Non-Performing Loan) industri perbankan nasional berada di kisaran 2,8%, dengan kenaikan signifikan pada segmen UMKM dan kredit konsumtif. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan credit review yang lebih proaktif dan berbasis risiko.
Praktik fraud dalam pengajuan kredit—seperti pemalsuan dokumen, inflasi pendapatan, atau manipulasi laporan keuangan—masih menjadi tantangan serius. Studi terbaru oleh ACFE (Association of Certified Fraud Examiners) menyebut bahwa 43% kasus fraud di sektor keuangan terkait dengan pemberian kredit, dengan kerugian rata-rata mencapai USD 1,5 juta per kasus. Hal ini menekankan kebutuhan integrasi antara manajemen risiko kredit dan fraud risk management dalam satu kerangka kerja yang terpadu.
Pelatihan ini dirancang sebagai respons atas kesenjangan antara standar regulasi (seperti POJK No.12/2021 tentang Manajemen Risiko dan POJK No.13/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Fraud) dengan implementasi di lapangan. Banyak institusi masih mengandalkan pendekatan reaktif, padahal deteksi dini melalui credit review yang mendalam dapat mencegah kerugian jangka panjang dan menjaga stabilitas keuangan.
Hari 1: Fondasi Credit Review dan Deteksi Dini Risiko Kredit
Learning Outcome Hari 1:
Peserta mampu memahami kerangka kerja credit review yang terintegrasi dengan prinsip anti-fraud, serta mengenali indikator awal risiko kredit dan potensi kecurangan.
Aktivitas Praktis Hari 1:
Simulasi verifikasi dokumen kredit lengkap (KTP, NPWP, laporan keuangan, slip gaji) dengan skenario dokumen palsu dan inkonsistensi data; diskusi kelompok untuk identifikasi red flags.
Hari 2: Integrasi Fraud Risk dalam Credit Review & Strategi Mitigasi
Learning Outcome Hari 2:
Peserta mampu mengintegrasikan prinsip deteksi fraud ke dalam proses credit review, melakukan investigasi dasar, serta merumuskan rekomendasi mitigasi yang aplikatif.
Aktivitas Praktis Hari 2:
Studi kasus kelompok berbasis skenario nyata (misal: kredit UMKM dengan agunan fiktif); simulasi wawancara debitur dan presentasi rekomendasi mitigasi di hadapan panel.
Manfaat untuk Peserta:
Peserta memperoleh kompetensi praktis dalam mengevaluasi kelayakan kredit secara holistik, mengenali tanda-tanda kecurangan sejak dini, dan menyusun rekomendasi mitigasi yang berbasis bukti. Pelatihan juga memperkuat pemahaman terhadap regulasi OJK terkini dan meningkatkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan kredit yang lebih aman dan akurat.
Manfaat untuk Perusahaan:
Perusahaan dapat menekan laju pertumbuhan NPL melalui peningkatan kualitas credit review, memperkuat sistem deteksi dini fraud, dan meminimalkan kerugian finansial akibat kredit bermasalah. Pelatihan ini juga mendukung kepatuhan terhadap regulasi OJK serta memperkuat budaya risk awareness di seluruh lini operasional kredit.
Kondisi Ideal:
Tenaga analis dan manajer kredit seharusnya menguasai pendekatan credit review yang tidak hanya fokus pada rasio keuangan, tetapi juga mampu membaca risiko tersembunyi melalui perilaku, pola transaksi, dan konsistensi data. Mereka juga harus terlatih dalam mengenali indikator fraud dan mampu bekerja lintas fungsi (risk, compliance, investigasi) untuk memitigasi risiko secara kolektif.
Kondisi Faktual:
Dalam praktik sehari-hari, banyak institusi masih memisahkan fungsi credit review dan fraud detection. Akibatnya, potensi fraud sering terlambat terdeteksi—biasanya setelah kredit macet. Selain itu, ketergantungan pada sistem otomatis tanpa verifikasi manual menyebabkan celah yang mudah dimanipulasi oleh pelaku fraud. Kesenjangan kompetensi ini berpotensi meningkatkan NPL dan merusak reputasi institusi.
Metode Penyampaian:
Presentasi interaktif, studi kasus berbasis skenario nyata, diskusi kelompok terfokus, simulasi wawancara dan verifikasi dokumen, serta latihan analisis red flags.
Metode Evaluasi:
Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep, penilaian partisipasi aktif dalam simulasi dan diskusi, serta presentasi kelompok pada studi kasus akhir sebagai indikator penerapan kompetensi.
Ronny Gunawan, BSBA
Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai:
• Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia
• Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.
• Branch Manager di HSBC Indonesia
• Branch Head di berbagai perusahaan multifinance
Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit.
Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta, dengan topik meliputi:
• Fraud Risk Management sesuai POJK & SE OJK
• Pedoman Manajemen Anti Fraud & Early Fraud Detection
• Governance, Risk & Compliance (GRC) & Good Corporate Governance (GCG)
• Analisa Kredit & Manajemen Risiko Perbankan
• Operational Risk Management & Business Continuity Management
• Project Management
Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan.
Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan Credit Review For Banking untuk Mencegah NPL & Mendeteksi Potensi Fraud dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!
© 2025 MDP Consulting – Empowering Your Business Growth