Mengembangkan Mental Pemilik dan Akuntabilitas untuk Meningkatkan Kontribusi Nilai, Inisiatif, dan Kinerja Individu serta Tim dalam Organisasi.
Banyak organisasi menghadapi tantangan dimana karyawan bekerja sekadar memenuhi tugas (job description) tanpa memiliki rasa tanggung jawab layaknya pemilik bisnis. Kondisi ini menciptakan budaya pasif, menunggu perintah, dan minim inisiatif, yang pada akhirnya menghambat inovasi dan pertumbuhan perusahaan. Survei Gallup mengenai Employee Engagement menunjukkan bahwa hanya 23% karyawan di seluruh dunia yang benar-benar terlibat (engaged) dengan pekerjaannya, sementara sisanya adalah karyawan yang tidak terlibat (63%) atau secara aktif tidak terlibat (14%). Kesenjangan ini mengakibatkan produktivitas yang rendah dan pemborosan sumber daya.
Karyawan dengan mental "ownership" tidak melihat pekerjaan sebagai daftar tugas, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab mereka untuk memajukan organisasi. Mereka memiliki akuntabilitas terhadap hasil, proaktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, serta selalu mencari cara untuk memberikan nilai tambah. Mental ini merupakan fondasi dari budaya organisasi yang gesit, responsif, dan berorientasi pada hasil. Tanpanya, program transformasi dan peningkatan produktivitas seringkali gagal di tingkat pelaksana.
Pelatihan Ownership Value dirancang secara khusus untuk menjembatani kesenjangan kritikal antara pekerjaan rutin dan kontribusi bernilai. Pelatihan ini menjadi urgensi strategis bagi organisasi yang ingin membangun tim yang tangguh, berdaya saing tinggi, dan mampu mendorong perubahan positif dari dalam. Melalui pendekatan praktis, pelatihan ini mengajak peserta untuk mengalami pergeseran mindset dan dilengkapi dengan toolkit yang langsung dapat diterapkan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Hari 1: Fondasi Mindset Ownership dan Akuntabilitas
Learning Outcome Hari 1: Peserta memahami esensi mental ownership dan mampu menganalisis serta menggeser pola pikirnya menuju akuntabilitas penuh atas peran dan hasil kerjanya.
Sesi 1: The Ownership Paradigm Shift
Sesi 2: Pillars of Personal Accountability
Sesi 3: From Accountability to Value Creation
Sesi 4: Studi Kasus Integratif Hari 1
Hari 2: Aksi dan Penerapan Ownership dalam Peran
Learning Outcome Hari 2: Peserta mampu merancang dan berkomitmen pada rencana aksi spesifik untuk menerapkan prinsip ownership, termasuk dalam berkomunikasi, mengambil inisiatif, dan menyelesaikan masalah.
Sesi 1: Initiative & Proactive Problem Solving
Sesi 2: Ownership in Communication & Collaboration
Sesi 3: Building Personal Ownership Action Plan
Sesi 4: Commitment & Accountability Partner
Staf, Supervisor hingga Senior Manager yang ingin meningkatkan kontribusi, akuntabilitas, dan inisiatif dalam peran mereka. Pelatihan ini cocok untuk semua fungsi dalam organisasi.
Manfaat untuk Peserta:
Manfaat untuk Perusahaan:
Kondisi Ideal:
Setiap anggota organisasi seharusnya memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap kesuksesan perusahaan. Mereka secara ideal mampu bertindak sebagai mitra yang akuntabel, proaktif mengidentifikasi peluang dan ancaman, serta secara konsisten mencari cara untuk memberikan nilai tambah, seolah-olah mereka adalah pemilik dari bisnis tersebut.
Kondisi Faktual:
Pada kenyataannya, banyak karyawan cenderung bekerja dalam batasan deskripsi pekerjaan yang sempit, menunggu instruksi, dan kurang berinisiatif. Budaya menyalahkan keadaan atau departemen lain (silo mentality) masih sering ditemui, yang mengakibatkan rendahnya akuntabilitas kolektif, lambatnya penyelesaian masalah, dan hilangnya peluang inovasi.
Metode Penyampaian:
Presentasi interaktif, studi kasus relevan, diskusi kelompok terpandu, simulasi dan role-play, serta workshop pembuatan rencana aksi.
Metode Evaluasi:
Pre-test dan Post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, penilaian partisipasi aktif selama sesi, dan penilaian terhadap kelayakan Rencana Aksi Ownership yang disusun peserta.
Ferry Basudewo
Pengalaman lebih dari 20 tahun di industri perbankan, keuangan, dan sales leadership dengan rekam jejak di bank multinasional. Pernah menjabat posisi strategis, antara lain Senior Vice President di HSBC, RBS Bank, Chinatrust Bank, dan Bank Andara; serta Vice President di ABN AMRO Bank dengan fokus pada consumer banking, direct sales, dan wealth management. Sejak tahun 2015 hingga sekarang, menjabat sebagai Operations Site Manager and Consultant for International Show and Entertainment Cargo Management.
Keahlian utama meliputi Consultative & Value-Based Selling untuk B2B & B2C; Consumer & Commercial Banking Sales; Leadership & Sales Productivity Management; Risk & Collection Management; Komunikasi Publik & Media Handling; serta Service Excellent. Memiliki pengalaman internasional dengan terlibat dalam program di berbagai negara Asia dan Timur Tengah.
Latar belakang pendidikan mencakup Graduate Certificate in Business Practice (Marketing in Service Industry) dari Adelaide Institute of TAFE, Australia, dan Sarjana Hukum Bisnis dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Berpengalaman sebagai trainer sejak tahun 2000, melatih ribuan tenaga penjualan hingga eksekutif, serta merupakan Anggota ASEAN Coach & Trainer – Mercuri International.
Transformasi kontribusi dan kinerja tim dengan mental Ownership. Daftar sekarang!
© 2025 MDP Consulting – Empowering Your Business Growth through Strategic Training and Development