MDP Consulting

General Affairs Management

5/5
General Affairs Professional

Silabus Training & Workshop

General Affairs Management

Strategi Efisien dalam Pengelolaan Aset, Logistik, Vendor, dan Layanan Pendukung Perusahaan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kepatuhan

Latar Belakang:

Fungsi General Affairs (GA) merupakan tulang punggung operasional perusahaan, yang memastikan kelancaran semua layanan pendukung, dari pengelolaan gedung hingga logistik. Departemen ini sering kali menghadapi kompleksitas tinggi, termasuk manajemen anggaran yang ketat, tuntutan kepatuhan terhadap regulasi, dan kebutuhan akan efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas layanan. Tanpa strategi dan sistem manajemen yang terstruktur, fungsi GA berisiko menjadi pusat biaya yang tidak optimal dan rentan terhadap inefisiensi.

Data riset dari berbagai industri menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengalami pemborosan anggaran operasional hingga 15-20% pada area yang dikelola oleh GA, seperti biaya pemeliharaan yang tidak terencana, ketidakoptimalan kontrak vendor, dan pengelolaan aset yang tidak akurat. Selain itu, dinamika regulasi, khususnya di bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan perlindungan lingkungan, menuntut profesional GA untuk selalu update guna menghindari risiko denda dan reputasi. Urgensi untuk memiliki tim GA yang kompeten dan strategis menjadi semakin kritis dalam mendukung sustainability dan ketahanan bisnis.

Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan kerangka kerja dan alat praktis bagi staf dan manajer GA. Fokusnya adalah pada pembekalan keterampilan untuk mengoptimalkan proses, mengelola risiko operasional, dan menunjukkan nilai tambah departemen GA bagi keseluruhan bisnis. Dengan pendekatan yang aplikatif, peserta akan dibimbing untuk mentransformasi fungsi GA dari sekadar support unit menjadi strategic partner yang berkontribusi langsung terhadap efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Tujuan Pelatihan:

  1. Menganalisis dan menyusun strategi pengelolaan aset perusahaan (fixed asset) dan inventaris untuk memaksimalkan nilai dan masa pakai.
  2. Merancang sistem manajemen logistik dan pergudangan yang efisien, termasuk prosedur penerimaan, penyimpanan, dan distribusi.
  3. Mengevaluasi dan mengelola kinerja vendor serta mitra kerja melalui penyusunan kontrak dan Service Level Agreement (SLA) yang efektif.
  4. Mengembangkan rencana pemeliharaan fasilitas (preventive & corrective maintenance) yang terstruktur untuk memastikan ketersediaan dan keamanan aset.
  5. Mengidentifikasi dan memitigasi risiko operasional di lingkungan kerja, dengan penekanan pada prinsip dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Rundown Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari)

Hari 1: Fundamental dan Strategi Pengelolaan Aset & Logistik

Sesi 1: Peran Strategis General Affairs dalam Bisnis Modern

  1. Memahami ruang lingkup dan tanggung jawab General Affairs & Facility Management di era modern.
  2. Mengubah persepsi GA dari cost center menjadi value center bagi perusahaan.
  3. Keterkaitan antara efektivitas GA dengan produktivitas karyawan dan citra perusahaan.
  4. Pengenalan framework tata kelola (governance) untuk departemen GA.

Sesi 2: Manajemen Aset dan Inventaris yang Akuntabel

  1. Klasifikasi aset tetap dan aset bergerak: membedakan antara asset register dan inventory management.
  2. Teknik inventarisasi fisik dan rekonsiliasi untuk meminimalisir selisih.
  3. Penyusunan kebijakan peminjaman, penggunaan, dan penghapusan aset.
  4. Metode perhitungan penyusutan (depresiasi) dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan.

Sesi 3: Optimasi Manajemen Logistik dan Rantai Pasok Pendukung

  1. Merancang alur kerja logistik internal: dari purchase order, penerimaan barang, penyimpanan, hingga distribusi.
  2. Prinsip-prinsip tata kelola gudang yang baik (Good Warehouse Practices).
  3. Teknik pengendalian stok untuk barang habis pakai dan suku cadang.
  4. Strategi mengurangi biaya logistik dan menghindari kelebihan stok (overstocking).

Sesi 4: Aktivitas Praktis & Studi Kasus Hari 1

  1. Studi Kasus: Peserta dalam kelompok menganalisis permasalahan riil dalam pengelolaan aset dan logistik di sebuah perusahaan studi kasus.
  2. Simulasi: Melakukan simulasi proses inventarisasi dan rekonsiliasi aset berdasarkan data yang diberikan.
  3. Diskusi Kelompok: Presentasi dan diskusi hasil analisis studi kasus untuk mendapatkan solusi terbaik.

Learning Outcome Hari 1:
Peserta mampu memahami peran strategis GA, menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan aset dan inventaris yang akuntabel, serta merancang alur logistik yang efisien untuk mendukung operasional perusahaan.

Hari 2: Manajemen Vendor, Fasilitas, dan Risiko Operasional

Sesi 1: Strategi Pengelolaan Vendor dan Mitra Kerja yang Efektif

  1. Tahapan proses procurement untuk jasa GA: identifikasi kebutuhan, seleksi vendor, hingga negosiasi harga.
  2. Teknik evaluasi kualifikasi dan kinerja vendor (vendor assessment & performance review).
  3. Penyusunan Scope of Work (SOW) dan Service Level Agreement (SLA) yang jelas dan terukur.
  4. Manajemen hubungan dengan vendor untuk membangun kemitraan jangka panjang.

Sesi 2: Manajemen Pemeliharaan Fasilitas dan Infrastruktur

  1. Membedakan antara pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif.
  2. Menyusun jadwal dan checklist pemeliharaan untuk fasilitas gedung, AC, listrik, dan peralatan pendukung.
  3. Pengelolaan kerja contractor dan tenaga ahli eksternal selama di lokasi perusahaan.
  4. Penganggaran dan pengendalian biaya pemeliharaan.

Sesi 3: Manajemen Risiko dan K3 di Lingkungan Kerja

  1. Identifikasi bahaya dan penilaian risiko (risk assessment) di area kerja (office, warehouse).
  2. Penerapan prinsip dasar K3: prosedur keadaan darurat, kebakaran, dan P3K.
  3. Memastikan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan dan keselamatan kerja.
  4. Penyusunan dokumentasi dan laporan insiden serta tindak lanjutnya.

Sesi 4: Aktivitas Praktis & Simulasi Hari 2

  1. Role-Play: Simulasi negosiasi kontrak dan SLA dengan vendor berdasarkan studi kasus.
  2. Workshop: Penyusunan risk assessment matrix dan rencana tanggap darurat sederhana untuk sebuah kantor.
  3. Diskusi Interaktif: Membuat action plan untuk mengimplementasikan pembelajaran dari pelatihan di perusahaan peserta.

Learning Outcome Hari 2:
Peserta mampu mengevaluasi dan mengelola kinerja vendor, menyusun program pemeliharaan fasilitas yang terencana, serta mengidentifikasi dan memitigasi risiko operasional dan K3 di tempat kerja.

Target Peserta:

Staf, Supervisor, dan Manajer dari departemen General Affairs, Facility Management, Office Administration, atau Procurement yang bertanggung jawab dalam pengelolaan aset, logistik, fasilitas, dan layanan pendukung perusahaan.

Manfaat Pelatihan:

Manfaat untuk Peserta:

  • Meningkatkan kompetensi teknis dan strategis dalam mengelola seluruh aspek General Affairs.
  • Memperoleh toolkit dan framework yang dapat langsung diaplikasikan untuk menyelesaikan permasalahan operasional sehari-hari.
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas.
  • Memperluas wawasan mengenai best practices dan tata kelola (governance) di bidang GA.

Manfaat untuk Perusahaan:

  • Mengoptimalkan pengeluaran operasional melalui pengelolaan aset, logistik, dan vendor yang lebih efisien.
  • Meminimalisir risiko operasional, termasuk gangguan bisnis akibat ketidakpatuhan dan masalah fasilitas.
  • Meningkatkan produktivitas karyawan dengan menyediakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan didukung layanan yang efektif.
  • Membangun departemen GA yang kuat dan mampu berkontribusi sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan bisnis.

Alasan Penyusunan Modul:

Kondisi Ideal:
Seorang profesional General Affairs diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu berpikir strategis. Kompetensi ideal mencakup kemampuan mengelola anggaran secara efektif, menerapkan sistem manajemen yang terstandarisasi, memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi, bernegosiasi dengan vendor, serta memimpin penanganan krisis operasional. Departemen GA idealnya beroperasi dengan data yang akurat dan prosedur yang terdokumentasi dengan baik.

Kondisi Faktual:
Pada kenyataannya, banyak profesional GA yang terjebak dalam pekerjaan operasional harian yang reaktif, dengan sistem dokumentasi dan pelaporan yang belum terintegrasi. Sering ditemui ketidakakuratan data aset, ketiadaan SLA yang jelas dengan vendor, program pemeliharaan yang tidak terjadwal, serta pemahaman terhadap manajemen risiko dan K3 yang masih terbatas. Kesenjangan antara kondisi ideal dan faktual ini mengakibatkan pemborosan biaya, respons yang lambat terhadap masalah, dan meningkatnya kerentanan perusahaan terhadap risiko operasional.

Metode Penyampaian dan Evaluasi:

Metode Penyampaian:
Pelatihan disampaikan dengan metode presentasi interaktif, studi kasus berbasis masalah riil di industri, diskusi kelompok terpumpun, simulasi peran (role-play), dan workshop penyusunan dokumen. Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu menerapkannya.

Metode Evaluasi:
Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Evaluasi juga dilakukan melalui penilaian partisipasi aktif selama diskusi dan kemampuan peserta dalam menyelesaikan studi kasus serta simulasi yang diberikan.

Profil Instruktur:

Ronny Gunawan, BSBA
Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai:

  • Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia
  • Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.
  • Branch Manager di HSBC Indonesia
  • Branch Head di berbagai perusahaan multifinance

Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit. Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta. Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan, termasuk dalam konteks mengelola risiko dan tata kelola pada fungsi pendukung seperti General Affairs.

Call To Action

Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan General Affairs Management dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!

© 2025 MDP Consulting – Strategic Partner for Your Business Excellence

 

Download Silabus :
Durasi : 2 Days
Lokasi : Bandung