MDP Consulting

How To Prepare Initial Public Offering - IPO

5/5
How To Prepare Initial Public Offering - IPO

Silabus Training & Workshop

How To Prepare Initial Public Offering (IPO)

Panduan Komprehensif dan Langkah Praktis Memahami Syarat, Proses, dan Strategi Mempersiapkan Perusahaan Menuju Pencatatan di Bursa Efek Indonesia.

Latar Belakang:

Persiapan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana ke publik merupakan sebuah proses transformasi korporat yang kompleks dan menantang. Proses ini tidak hanya sekadar menjual saham, tetapi merupakan perjalanan strategis untuk mengubah perusahaan privat menjadi entitas publik yang memenuhi standar tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi. Pemahaman yang utuh tentang roadmap IPO menjadi kunci untuk menghindari kesalahan fatal yang berbiaya besar.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), minat perusahaan untuk go public terus menunjukkan tren positif. Namun, dari ratusan emiten yang tercatat, tidak sedikit yang mengalami kendala signifikan selama proses persiapan, mulai dari ketidaksesuaian laporan keuangan, kelemahan dalam GCG (Good Corporate Governance), hingga kegagalan dalam penyusunan prospektus. Risiko penundaan bahkan pembatalan IPO seringkali berakar pada ketidaksiapan dan kurangnya pemahaman mendalam tentang regulasi dan proses yang berlaku.

Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk menjawab urgensi tersebut dengan menyajikan blueprint persiapan IPO yang terstruktur. Pelatihan ini memfokuskan pada aspek-aspek kritis yang harus dipersiapkan oleh perusahaan jauh sebelum memutuskan untuk mendatangi penasihat efek (underwriter). Dengan pendekatan yang praktis dan berbasis kasus nyata, peserta akan dibekali dengan pengetahuan operasional untuk memitigasi risiko dan memastikan kelancaran proses menuju bursa.

Tujuan Pelatihan:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memetakan seluruh tahapan dan timeline kritis dalam proses IPO di Indonesia.
  2. Mengidentifikasi persyaratan dan kriteria kelayakan perusahaan yang ditetapkan oleh regulator (OJK dan BEI).
  3. Menganalisis kebutuhan penyusunan dokumen utama IPO, termasuk prospektus dan laporan keuangan audited.
  4. Mengevaluasi kesiapan internal perusahaan dari aspek legal, keuangan, dan tata kelola perusahaan (GCG) sebelum memulai IPO.
  5. Menyusun strategi komunikasi yang efektif dengan penasihat efek, regulator, dan calon investor.

Rundown Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari)

Hari 1: Fondasi dan Perencanaan Strategis IPO

Sesi 1: Ekosistem dan Regulasi IPO

  1. Memahami konsep dasar dan manfaat IPO bagi perusahaan dan pemegang saham.
  2. Mengenal peran dan fungsi key players dalam ekosistem IPO: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Penasihat Efek (Underwriter), Akuntan Publik, dan Konsultan Hukum.
  3. Analisis mendalam terhadap peraturan OJK dan persyaratan pencatatan BEI yang terbaru.
  4. Memahami jenis papan pencatatan (Pemantauan Utama, Pengembangan, dll.) dan kriteria pemilihannya.

Sesi 2: Memenuhi Pilar Utama Kelayakan IPO

  1. Kriteria Kelayakan Finansial: Analisis kondisi keuangan historis dan proyeksi, serta pemahaman atas standar akuntansi yang berlaku (PSAK).
  2. Kriteria Kelayakan Hukum: Audit status hukum perusahaan, kepemilikan aset, dan penyelesaian masalah legal (legal audit).
  3. Kriteria Kelayakan Operasional dan Manajemen: Menilai sustainability bisnis dan kualitas tim manajemen.
  4. Kesiapan Tata Kelola Perusahaan (GCG): Struktur dan peran Komisaris & Direksi Independen, Komite Audit, serta penerapan GCG secara menyeluruh.

Sesi 3: Menyusun Dokumen dan Laporan Kunci

  1. Prospektus sebagai ujung tombak komunikasi IPO: Struktur, isi, dan strategi penyajian yang menarik bagi investor.
  2. Memahami laporan keuangan audited dan peran akuntan publik dalam proses due diligence.
  3. Penyusunan bahan presentasi untuk roadshow (investor roadshow kit).
  4. Studi Dokumen: Review dan analisis terhadap contoh prospektus dari perusahaan yang telah melakukan IPO.

Sesi 4: Aktivitas Praktis & Studi Kasus Hari 1

  1. Workshop: Melakukan preliminary assessment terhadap profil perusahaan peserta (atau studi kasus) untuk mengidentifikasi celah (gap) terhadap syarat IPO.
  2. Diskusi Kelompok: Membuat draft outline prospektus untuk sebuah perusahaan simulasi.
  3. Simulasi: Presentasi hasil analisis kelayakan awal di depan "panel underwriter".

Learning Outcome Hari 1:
Peserta mampu memahami kerangka regulasi IPO, menganalisis kriteria kelayakan perusahaan, serta mengidentifikasi dokumen-dokumen kunci yang harus dipersiapkan.

Hari 2: Eksekusi, Penilaian Harga, dan Pasca-IPO

Sesi 1: Proses Due Diligence dan Penilaian Harga Saham (Valuasi)

  1. Memahami proses due diligence komprehensif oleh underwriter dan pihak terkait.
  2. Teknik dan metode penilaian harga saham (valuasi) yang umum digunakan: Comparable Company Analysis (Comps), Discounted Cash Flow (DCF), dan Precedent Transactions.
  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga saham dan besarnya dana yang ingin dihimpun.
  4. Strategi negosiasi harga saham antara perusahaan dan penasihat efek.

Sesi 2: Strategi Pemasaran, Roadshow, dan Alokasi Saham

  1. Merancang strategi pemasaran dan komunikasi yang efektif selama masa penawaran.
  2. Teknik presentasi dan public speaking yang persuasif untuk investor roadshow.
  3. Memahami mekanisme bookbuilding dan proses alokasi saham kepada investor.
  4. Studi Kasus: Menganalisis strategi pemasaran dan hasil bookbuilding dari IPO sukses.

Sesi 3: Tanggal Penting, Pencatatan Saham, dan Kewajiban Emiten Pasca-IPO

  1. Timeline dan tanggal kritis: dari hari pencatatan (listing day) hingga proses distribusi dividen.
  2. Memahami mekanisme perdagangan saham perdana di bursa.
  3. Kewajiban berkelanjutan emiten publik: pelaporan berkala, disclosure informasi material, dan hubungan dengan investor (Investor Relations).
  4. Tantangan dan strategi manajemen pada tahun pertama sebagai perusahaan publik.

Sesi 4: Aktivitas Praktis & Simulasi Hari 2

  1. Simulasi Investor Roadshow: Peserta mempresentasikan perusahaan studi kasus kepada "calon investor".
  2. Workshop Kelompok: Melakukan simple valuation pada perusahaan studi kasus menggunakan metode comparable.
  3. Diskusi Interaktif: Menyusun rencana aksi (action plan) untuk mengelola kewajiban pasca-IPO.

Learning Outcome Hari 2:
Peserta mampu memahami proses eksekusi IPO, termasuk valuasi, pemasaran, dan mekanisme pencatatan, serta menyadari kewajiban dan strategi sebagai emiten pasca-IPO.

Target Peserta:

Direktur, Komisaris, CFO, Head of Finance & Accounting, Legal & Compliance Manager, Corporate Secretary, Corporate Strategic Planning Manager, serta profesional dari perusahaan swasta dan BUMN yang sedang atau berencana mempersiapkan perusahaan untuk melakukan IPO.

Manfaat Pelatihan:

Manfaat untuk Peserta:

  1. Memperoleh peta jalan (roadmap) yang jelas dan terstruktur untuk mempersiapkan IPO.
  2. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam menavigasi kompleksitas regulasi dan proses IPO.
  3. Membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi dan bernegosiasi dengan penasihat efek dan regulator.
  4. Memperluas jaringan dengan sesia profesional dan praktisi industri keuangan.

Manfaat untuk Perusahaan:

  1. Meminimalisir risiko penundaan dan kegagalan dalam proses IPO melalui pemahaman yang mendalam.
  2. Mengoptimalkan biaya dan sumber daya dengan perencanaan persiapan IPO yang lebih matang.
  3. Meningkatkan daya tarik perusahaan di mata calon penasihat efek dan investor potensial.
  4. Mempercepat transisi perusahaan menjadi entitas publik yang memiliki tata kelola yang kokoh dan berkelas dunia.

Alasan Penyusunan Modul:

Kondisi Ideal:
Sebuah perusahaan yang akan go public harus memiliki tim internal yang menguasai seluruh tahapan IPO, memahami kewajiban regulasi, dan mampu bekerja sama secara efektif dengan berbagai pihak seperti underwriter, akuntan publik, dan konsultan hukum. Tim ini harus dapat membuat perencanaan strategis yang matang dan mengantisipasi segala hambatan potensial.

Kondisi Faktual:
Pada kenyataannya, banyak perusahaan, termasuk yang memiliki kinerja bisnis yang kuat, mengalami kesenjangan pengetahuan yang lebar mengenai proses IPO. Pemahaman seringkali terbatas pada aspek teoritis tanpa dibarengi dengan pemahaman praktis dan prosedural. Hal ini mengakibatkan ketidaksiapan dalam memenuhi due diligence, kesulitan dalam menyusun dokumen, dan ketidakefisienan dalam berkomunikasi dengan regulator, yang pada akhirnya berpotensi menggagalkan seluruh proses atau mengurangi nilai perusahaan di mata investor.

Metode Penyampaian dan Evaluasi:

Metode Penyampaian:
Presentasi interaktif, studi kasus nyata dari perusahaan yang telah IPO, diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion), workshop, dan simulasi peran (role-play) untuk mempraktikkan negosiasi dan presentasi.

Metode Evaluasi:
Evaluasi efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Selain itu, dilakukan penilaian partisipasi aktif dan hasil kerja peserta selama sesi workshop dan simulasi.

Profil Instruktur:

Profesional dan praktisi dari level senior manager dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani dan mengawasi proses IPO berbagai perusahaan, serta mendalam pengetahuan tentang regulasi pasar modal Indonesia

Call To Action

Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan How To Prepare Initial Public Offering (IPO) dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!

© 2025 MDP Consulting – Your Strategic Partner for Corporate Excellence

 

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Customize