MDP Consulting

Leadership & Communication for Stronger Team Bonding

5/5
Leadership & Communication for Stronger Team Bonding

Silabus Training & Workshop

Leadership & Communication for Stronger Team Bonding

Mengasah Kepemimpinan yang Memberdayakan, Komunikasi yang Menghubungkan, dan Membangun Ikatan Tim yang Tangguh untuk Kesuksesan Organisasi

Latar Belakang:

Di lingkungan bisnis yang kompleks dan dinamis, kekuatan tim tidak lagi hanya diukur dari kompetensi individu, tetapi dari kualitas kepemimpinan dan efektivitas komunikasi yang menyatukan. Tim yang solid, dipimpin oleh pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan inspiratif, merupakan aset kritis untuk menghadapi tantangan pasar, berinovasi, dan mencapai tujuan strategis perusahaan. Sinergi ini menjadi fondasi utama bagi organisasi yang ingin bertahan dan unggul dalam persaingan global.

Data riset dari Harvard Business Review mengungkapkan bahwa 86% kegagalan dalam tim dan organisasi disebabkan oleh komunikasi yang tidak efektif dan kepemimpinan yang buruk. Sementara itu, Gallup menemukan bahwa tim dengan tingkat keterikatan (engagement) tinggi, yang dipicu oleh kepemimpinan yang baik dan komunikasi yang transparan, menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 21% dan profitabilitas 22% lebih tinggi. Fakta ini menunjukkan urgensi untuk secara sengaja membangun dan memperkuat dua pilar fundamental ini.

Pelatihan ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan sinergis. Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi lebih pada penerapan praktis melalui simulasi, studi kasus, dan aktivitas membangun tim (team bonding) yang langsung merekatkan hubungan antar peserta. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta transformasi nyata dalam pola kepemimpinan dan komunikasi di tempat kerja.

Tujuan Pelatihan:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi gaya kepemimpinan diri dan mengadaptasikannya untuk memotivasi serta memberdayakan anggota tim.
  2. Menerapkan teknik komunikasi asertif, aktif mendengarkan, dan memberikan umpan balik yang membangun untuk mencegah miskomunikasi dan konflik.
  3. Merancang strategi komunikasi yang efektif dalam memimpin rapat, mempresentasikan ide, dan mengelola percakapan yang sulit (difficult conversation).
  4. Memimpin dan berpartisipasi aktif dalam aktivitas kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat kepercayaan, rasa saling memiliki, dan kohesivitas tim.
  5. Menyusun rencana aksi pribadi untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip kepemimpinan dan komunikasi yang dipelajari guna memperkuat ikatan tim di unit kerjanya masing-masing.

Rundown Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari):

Hari 1: Foundation of Effective Leadership & Communication

Sesi 1: The Leadership Mindset and Self-Awareness

  • Materi Utama:
    1. Konsep kepemimpinan modern: dari pengendali menjadi pemberdaya.
    2. Analisis gaya kepemimpinan dominan peserta dan dampaknya terhadap tim.
    3. Membangun kesadaran diri (self-awareness) sebagai fondasi kepemimpinan otentik.
  • Aktivitas Praktis: Self-Assessment Questionnaire, diskusi kelompok tentang pemimpin inspiratif.

Sesi 2: The Art of Connecting: Core Communication Skills

  • Materi Utama:
    1. Prinsip dasar komunikasi efektif dalam konteks organisasi.
    2. Teknik komunikasi asertif untuk menyampaikan pendapat dengan percaya diri dan hormat.
    3. Seni aktif mendengarkan (active listening) untuk memahami secara utuh dan membangun rasa hormat.
  • Aktivitas Praktis: Role-play simulasi percakapan asertif, latihan mendengarkan aktif berpasangan.

Sesi 3: Building Trust Through Feedback & Alignment

  • Materi Utama:
    1. Model pemberian umpan balik yang membangun (constructive feedback) menggunakan pendekatan S-B-I (Situation-Behavior-Impact).
    2. Teknik menerima umpan balik dengan terbuka dan profesional.
    3. Menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan tim (goal alignment) untuk menciptakan fokus bersama.
  • Aktivitas Praktis: Latihan berpasangan memberikan dan menerima umpan balik berdasarkan studi kasus, sesi alignment goals dalam kelompok kecil.

Sesi 4: Case Study & Group Discussion: Leadership in Action

  • Materi Utama:
    1. Analisis studi kasus nyata terkait tantangan kepemimpinan dan komunikasi di tempat kerja.
    2. Diskusi solusi berbasis prinsip yang telah dipelajari.
  • Aktivitas Praktis: Presentasi hasil diskusi kelompok, sesi tanya jawab dan umpan balik antar kelompok.

Learning Outcome Hari 1:
Peserta memahami fondasi kepemimpinan pribadi dan menguasai keterampilan komunikasi inti untuk membangun kepercayaan awal dalam tim.

Hari 2: Synergy in Action: Collaboration, Influence & Team Bonding

Sesi 1: Leading Collaboration and Managing Difficult Conversations

  • Materi Utama:
    1. Strategi memfasilitasi kolaborasi yang inklusif dan produktif.
    2. Framework untuk mengelola percakapan sulit (misalnya: konflik kinerja, penolakan ide) dengan tetap menjaga hubungan.
  • Aktivitas Praktis: Simulasi memimpin rapat kolaboratif, role-play mengelola percakapan sulit.

Sesi 2: Communicating with Influence and Impact

  • Materi Utama:
    1. Prinsip komunikasi persuasif dan influensial untuk mendapatkan dukungan.
    2. Teknik menyusun dan menyampaikan presentasi yang jelas, meyakinkan, dan berorientasi pada audiens.
  • Aktivitas Praktis: Setiap peserta menyusun dan menyampaikan pitch singkat (2 menit) untuk sebuah ide, diikuti dengan umpan balik terstruktur.

Sesi 3: Team Bonding Simulation: The Synergy Challenge

  • Materi Utama:
    1. Aktivitas experiential learning yang dirancang untuk menerapkan keterampilan kepemimpinan dan komunikasi dalam situasi tim yang dinamis.
    2. Fokus pada pembagian peran, strategi komunikasi, pemecahan masalah kolaboratif, dan saling mendukung.
  • Aktivitas Praktis: Simulasi tantangan tim (team challenge) yang memerlukan kolaborasi erat, perencanaan, dan eksekusi komunikasi yang tepat.

Sesi 4: Action Planning and Commitment

  • Materi Utama:
    1. Refleksi pembelajaran selama dua hari.
    2. Penyusunan rencana aksi pribadi (Personal Action Plan) untuk mengimplementasikan keterampilan baru di tempat kerja.
    3. Sesi komitmen bersama untuk memperkuat budaya kolaborasi.
  • Aktivitas Praktis: Menulis rencana aksi spesifik, berbagi komitmen dalam kelompok, dan sesi closing symbolic untuk memperkuat ikatan.

Learning Outcome Hari 2:
Peserta mampu menerapkan keterampilan untuk memimpin kolaborasi, berkomunikasi dengan pengaruh, serta memperkuat ikatan tim melalui pengalaman praktis, dan memiliki peta jalan untuk implementasi di tempat kerja.

Target Peserta:

Supervisor, Assistant Manager, Manager, dan Senior Officer dari berbagai departemen yang memimpin tim atau berperan kunci dalam proyek kolaboratif dan ingin meningkatkan pengaruh serta kohesivitas tim.

Manfaat Pelatihan:

Manfaat untuk Peserta:

  • Meningkatkan kepercayaan diri dalam memimpin tim dan berkomunikasi di berbagai situasi.
  • Memperoleh toolkit praktis untuk memberikan umpan balik, memengaruhi, dan berkolaborasi secara lebih efektif.
  • Mengembangkan jaringan yang lebih kuat dengan rekan satu tim melalui pengalaman bonding selama pelatihan.
  • Memiliki rencana aksi konkret untuk pengembangan karir dan kontribusi yang lebih besar dalam tim.

Manfaat untuk Perusahaan:

  • Meningkatkan sinergi dan koordinasi antar departemen, mengurangi silo mentality.
  • Memperkuat budaya organisasi yang berbasis pada komunikasi terbuka, kepercayaan, dan kolaborasi.
  • Meningkatkan produktivitas dan inovasi tim melalui kepemimpinan yang memberdayakan dan alur komunikasi yang efektif.
  • Mengurangi potensi konflik yang tidak produktif dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan engaged.

Alasan Penyusunan Modul:

Kondisi Ideal:
Pemimpin dan anggota tim di setiap level seharusnya mampu berkomunikasi dengan jelas, transparan, dan asertif. Mereka harus memiliki keterampilan kepemimpinan dasar untuk memotivasi, mengarahkan, dan memberdayakan rekan kerja. Tim ideal bekerja dengan kohesif, saling percaya, dan berfokus pada tujuan bersama, di mana setiap individu merasa didengarkan dan dihargai kontribusinya.

Kondisi Faktual:
Sering ditemui kesenjangan antara kondisi ideal dan realita, seperti komunikasi satu arah, miskomunikasi yang berulang, umpan balik yang tidak disampaikan atau disampaikan secara destruktif, serta minimnya inisiatif kolaborasi antar unit. Kepemimpinan mungkin masih cenderung instruktif tanpa pemberdayaan, dan ikatan tim seringkangan hanya bersifat formalitas. Kesenjangan ini menghambat produktivitas, inovasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang kurang engaging.

Metode Penyampaian dan Evaluasi:

Metode Penyampaian:
Pelatihan disampaikan dengan metode blended learning yang interaktif, meliputi presentasi konsep yang disederhanakan, studi kasus relevan dari industri, diskusi kelompok terpandu, role-play dan simulasi, serta experiential learning melalui team bonding activities.

Metode Evaluasi:
Evaluasi efektivitas pelatihan diukur melalui:

  • Pre-Test & Post-Test:Untuk mengukur peningkatan pengetahuan.
  • Observasi Partisipasi:Penilaian terhadap keterlibatan aktif dalam diskusi dan simulasi.
  • Review Rencana Aksi:Kualitas dan kelayakan implementasi Personal Action Plan yang disusun peserta.
  • Evaluasi Reaksi:Kuesioner kepuasan peserta terhadap materi, fasilitator, dan metode pelatihan.

Profil Instruktur:

Ferry Basudewo adalah profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di puncak industri perbankan, keuangan, dan sales leadership di institusi multinasional seperti HSBC, RBS Bank, dan ABN AMRO Bank. Pernah menduduki posisi Senior Vice President dan Vice President dengan tanggung jawab besar dalam membangun dan memimpin tim penjualan nasional, consumer banking, serta wealth management. Sejak 2015, juga aktif sebagai Operations Site Manager and Consultant untuk bisnis logistik internasional.

Keahliannya mencakup Consultative Selling, Leadership & Sales Productivity Management, Risk Management, dan Komunikasi Publik. Sebagai trainer sejak tahun 2000, telah melatih ribuan eksekutif dari level frontliner hingga manajemen senior di berbagai bank dan BUMN, dengan pendekatan praktis berbasis pengalaman lapangan yang luas. Memiliki latar belakang pendidikan dari Adelaide Institute of TAFE, Australia, dan Universitas Katolik Parahyangan. Termasuk dalam jaringan ASEAN Coach & Trainer dan memiliki referensi profesional dari tokoh-tokoh ternama di industri keuangan Indonesia.

Call To Action:

Transformasi kepemimpinan dan komunikasi tim Anda dimulai dari sini. Daftarkan tim Anda sekarang!

© 2025 MDP Consulting – Empowering People, Transforming Business

 

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Jakarta