MDP Consulting

Refreshment Sertifikasi BSMR - Manajemen Risiko Kredit

5/5
Manajemen Risiko Kredit - MDP Consulting

Silabus Training & Workshop

Refreshment Sertifikasi BSMR - Manajemen Risiko Kredit

Memperdalam Kembali Teknik Identifikasi, Analisis, dan Mitigasi Risiko Kredit Sesuai Regulasi Terkini Melalui Simulasi dan Studi Kasus Industri Perbankan.

Latar Belakang:

Lingkungan ekonomi global yang fluktuatif dan disrupsi teknologi finansial (fintech) telah meningkatkan kompleksitas risiko kredit di sektor perbankan dan jasa keuangan. Perubahan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntut profesional risiko untuk terus memperbarui pengetahuan dan metodologi analisis. Keterampilan dalam menilai kesehatan debitur, baik korporasi maupun ritel, menjadi kunci dalam menjaga portofolio kredit yang sehat dan menekan angka kredit macet (non-performing loan/NPL).

Data dari industri perbankan menunjukkan bahwa lembaga keuangan dengan penerapan manajemen risiko kredit yang robust cenderung lebih resilien menghadapi gejolak ekonomi. Risiko kredit tidak hanya terletak pada kegagalan bayar, tetapi juga pada ketidaktepatan penilaian (miskalibrasi) terhadap kemampuan bayar debitur serta lemahnya struktur pengamanan (collateral) kredit. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang aplikatif.

Pemahaman mendalam tentang prinsip 5C of Credit (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) serta kemampuan melakukan stress testing terhadap profil debitur menjadi kebutuhan mendesak. Pelatihan ini menjadi wadah penyegaran bagi para profesional yang telah memiliki sertifikasi BSMR untuk mengupdate pengetahuannya dengan studi kasus dan skenario terkini, memastikan kompetensi yang dimiliki tetap relevan dan efektif dalam menganalisis dan mengelola risiko kredit.

Tujuan Pelatihan:

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Menganalisis laporan keuangan debitur (perusahaan dan individu) untuk mengidentifikasi tanda-tanda potensi gagal bayar.
  2. Merancang dan menerapkan struktur jaminan kredit (collateral) serta dokumen pendukung yang komprehensif untuk memitigasi risiko.
  3. Menghitung dan menginterpretasi rasio-rasio keuangan kunci serta melakukan proyeksi kelayakan kredit.
  4. Mengembangkan skenario stress testing terhadap portofolio kredit untuk mengantisipasi dampak kondisi ekonomi buruk.
  5. Menyusun rekomendasi strategis untuk persetujuan, penolakan, atau restrukturisasi suatu fasilitas kredit berdasarkan analisis risiko.

Rundown Materi Pelatihan

Hari 1: Fundamental dan Analisis Mendalam Risiko Kredit
Learning Outcome: Peserta mampu memahami kerangka regulasi manajemen risiko kredit terkini serta menerapkan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kelayakan debitur.

  1. Sesi 1: Kerangka Regulasi & Prinsip Dasar Manajemen Risiko Kredit
    1. Update regulasi OJK terkait manajemen risiko kredit dan implikasinya terhadap kebijakan internal bank.
    2. Prinsip 5C of Credit (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) dan penerapannya dalam proses underwriting.
    3. Konsep Risk Appetite Framework (RAF) dan pengaruhnya terhadap batasan penyaluran kredit.
    4. Jenis-jenis risiko kredit: default risk, exposure risk, dan recovery risk.
  2. Sesi 2: Teknik Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Debitur
    1. Teknik wawancara dan due diligence untuk menilai karakter dan kapasitas manajerial debitur (analisis kualitatif).
    2. Analisis laporan keuangan: memahami pos-pos kunci dalam neraca, laba rugi, dan arus kas.
    3. Perhitungan dan interpretasi rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas.
    4. Teknik proyeksi arus kas untuk menilai kemampuan bayar (debt service coverage) di masa depan.
  3. Sesi 3: Studi Kasus: Analisis Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
    1. Diskusi kelompok: menganalisis profil dan laporan keuangan sederhana debitur UMKM.
    2. Identifikasi strength, weakness, opportunity, dan threat (SWOT) dari proposal kredit.
    3. Menentukan struktur kredit yang tepat (plafon, jangka waktu, jenis suku bunga) berdasarkan analisis.
    4. Presentasi hasil analisis kelompok dan debriefing oleh instruktur.

Aktivitas Praktis: Simulasi wawancara analis kredit dengan debitur UMKM dan workshop analisis rasio keuangan menggunakan studi kasus nyata.

Hari 2: Mitigasi, Pemantauan, dan Strategi Penanganan Kredit Bermasalah
Learning Outcome: Peserta mampu merancang strategi mitigasi risiko yang efektif, memantau kinerja kredit, serta mengambil langkah-langkah penanganan awal terhadap kredit yang berpotensi bermasalah.

  1. Sesi 1: Strukturisasi Kredit dan Mitigasi Risiko Melalui Jaminan (Collateral)
    1. Prinsip pengikatan jaminan yang sah dan mudah eksekusi.
    2. Teknik penilaian (appraisal) atas berbagai jenis jaminan: properti, kendaraan, dan deposito.
    3. Strukturisasi perjanjian kredit (credit agreement) dan covenant untuk mengontrol perilaku debitur.
    4. Teknik mitigasi risiko selain jaminan, seperti penjaminan (guarantee) dan asuransi kredit.
  2. Sesi 2: Pemantauan Kredit (Credit Monitoring) dan Early Warning System
    1. Membangun sistem pemantauan kredit yang efektif (on-going monitoring).
    2. Mengidentifikasi sinyal peringatan dini (red flags) kredit bermasalah dari segi kinerja usaha dan pola transaksi debitur.
    3. Teknik grading atau rating kredit untuk mengkategorikan tingkat risiko suatu fasilitas.
    4. Konsep stress testing dan sensitivity analysis pada portofolio kredit.
  3. Sesi 3: Simulasi Penanganan Kredit Bermasalah dan Restrukturisasi
    1. Role-playing: negosiasi dengan debitur yang mengalami kredit macet.
    2. Opsi-opsi penanganan kredit bermasalah: rescheduling, reconditioning, dan restrukturisasi.
    3. Analisis kelayakan restrukturisasi dan penyusunan rencana kerja (action plan).
    4. Diskusi interaktif mengenai langkah hukum yang dapat diambil sebagai upaya terakhir.

Aktivitas Praktis: Simulasi role-play negosiasi restrukturisasi kredit dan workshop identifikasi early warning signal dari laporan keuangan dan perilaku debitur.

Target Peserta:

Profesional perbankan dan multifinance yang telah memiliki sertifikasi BSMR dan ingin menyegarkan serta mengupdate kompetensinya, seperti Account Officer, Analis Kredit, Relationship Manager, Petugas Pemantau Kredit, dan Staf Bagian Risiko dengan level pelaksana hingga supervisor.

Manfaat Pelatihan:

Manfaat untuk Peserta:

  • Penyegaran dan pemutakhiran pengetahuan manajemen risiko kredit sesuai standar dan regulasi terbaru.
  • Peningkatan keterampilan teknis dalam menganalisis laporan keuangan dan mengidentifikasi potensi risiko kredit secara lebih akurat.
  • Penguatan kemampuan dalam menyusun strategi mitigasi dan melakukan negosiasi untuk penanganan kredit bermasalah.
  • Jaringan profesional dengan sesia praktisi industri perbankan dan keuangan.

Manfaat untuk Perusahaan:

  • Penurunan potensi terjadinya kredit macet (NPL) melalui penerapan analisis risiko yang lebih komprehensif oleh staf.
  • Peningkatan kualitas portofolio kredit perusahaan dan optimasi pengambilan keputusan kredit.
  • Pemastian kepatuhan (compliance) terhadap regulasi OJK di bidang manajemen risiko kredit.
  • Peningkatan produktivitas dan kinerja tim kredit dan risiko melalui standardisasi pengetahuan dan praktik terbaik (best practices).

Alasan Penyusunan Modul:

Kondisi Ideal:
Seorang profesional risiko kredit yang kompeten diharapkan mampu secara proaktif mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, dan memitigasi berbagai risiko kredit dengan alat analisis yang mutakhir. Kemampuan ini mencakup pemahaman mendalam tentang regulasi, analisis laporan keuangan yang cermat, penyusunan struktur kredit yang tepat, serta kewaspadaan terhadap tanda-tanda penurunan kinerja debitur sejak dini.

Kondisi Faktual:
Pada praktiknya, terdapat kesenjangan antara pengetahuan teoritis yang dimiliki dari sertifikasi sebelumnya dengan dinamika dan kompleksitas kasus kredit di lapangan. Banyak profesional yang kesulitan menerapkan konsep dalam menganalisis debitur dengan laporan keuangan terbatas (seperti UMKM) atau kurang terampil dalam melakukan negosiasi restrukturisasi. Perubahan regulasi yang cepat juga seringkali tidak diikuti dengan pembaruan pengetahuan yang memadai, berpotensi menimbulkan risiko compliance dan operasional bagi institusi.

Metode Penyampaian dan Evaluasi:

Metode Penyampaian:
Pelatihan ini menggunakan kombinasi metode presentasi interaktif, studi kasus nyata dari industri, diskusi kelompok terpumpun, dan simulasi role-playing untuk memastikan pemahaman yang mendalam dan aplikatif.

Catatan Kapasitas Peserta:
Pelatihan ini dirancang secara intensif dengan pendekatan partisipatif tinggi, termasuk simulasi role-playing, sesi coaching langsung, dan diskusi mendalam. Untuk menjamin kualitas transfer pengetahuan dan memberikan umpan balik personal kepada setiap peserta, kapasitas peserta dibatasi maksimal 20 orang per batch. Batasan ini memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang optimal dan dampak pelatihan yang terukur terhadap kinerja individu maupun tim.

Metode Evaluasi:
Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Selain itu, penilaian partisipasi aktif selama diskusi, simulasi, dan kemampuan menyelesaikan studi kasus juga menjadi komponen evaluasi.

Profil Instruktur:

Ronny Gunawan, BSBA
Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai:

  • Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia
  • Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.
  • Branch Manager di HSBC Indonesia
  • Branch Head di berbagai perusahaan multifinance
    Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit. Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta, dengan topik meliputi Fraud Risk Management, Governance, Risk & Compliance (GRC), Analisa Kredit & Manajemen Risiko Perbankan, dan Operational Risk Management. Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan.

Call To Action

Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan Refreshment Sertifikasi BSMR - Manajemen Risiko Kredit dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!

© 2025 MDP Consulting – Strategic Partner for Your Business Excellence

 

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Bali