MDP Consulting

Risk Management

5/5
risk-management-MDP Consulting

Silabus Training & Workshop

Risk Management

Membangun Kerangka Manajemen Risiko yang Efektif: Dari Identifikasi, Analisis, Mitigasi, Hingga Monitoring dan Pelaporan Berdasarkan Standar Terkini

Latar Belakang

Dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan penuh ketidakpastian, risiko merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Risiko operasional, finansial, strategis, dan kepatuhan (compliance) mengancam kelangsungan dan profitabilitas organisasi. Tanpa pengelolaan yang sistematis, exposure terhadap risiko dapat berubah menjadi kerugian material, kerusakan reputasi, dan bahkan kegagalan bisnis.

Data dari berbagai riset industri, termasuk laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga riset global, menunjukkan peningkatan signifikan dalam frekuensi dan kompleksitas kejadian risiko, khususnya risiko operasional dan fraud. Survei Global Risk Management 2023 mengungkap bahwa lebih dari 60% perusahaan merasa exposure risiko mereka meningkat, namun hanya kurang dari 35% yang memiliki kerangka manajemen risiko yang matang dan terintegrasi penuh dengan strategi bisnis.

Pelatihan ini dirancang untuk menjawab urgensi tersebut dengan menyediakan panduan langkah demi langkah dalam membangun dan mengimplementasikan sistem manajemen risiko yang robust. Pendekatan praktis dan berbasis kasus nyata memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko dalam pengambilan keputusan sehari-hari untuk melindungi aset dan nilai pemangku kepentingan.

Tujuan Pelatihan

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu untuk:

  1. Mengidentifikasi berbagai kategori dan sumber risiko dalam konteks operasional bisnis mereka.
  2. Melakukan analisis dan penilaian risiko (risk assessment) secara kualitatif dengan menggunakan matriks probabilitas dan dampak.
  3. Mengembangkan dan mengevaluasi pilihan strategi mitigasi risiko yang tepat dan cost-effective.
  4. Merancang key risk indicators (KRIs) dan dashboard monitoring untuk pelaporan risiko yang efektif kepada manajemen.
  5. Memahami elemen-elemen kunci dalam membangun kerangka tata kelola manajemen risiko (Risk Governance) yang selaras dengan regulasi.

Rundown Materi Pelatihan

Hari 1: Fondasi dan Assessment Risiko

Sesi 1: Konsep Dasar dan Kerangka Manajemen Risiko

  1. Memahami definisi risiko dalam konteks bisnis: ancaman vs. peluang.
  2. Prinsip-prinsip dasar manajemen risiko (ISO 31000 dan COSO ERM).
  3. Jenis-jenis risiko bisnis: strategis, operasional, finansial, dan kepatuhan.
  4. Pentingnya budaya risiko (Risk Culture) dan peran tiga garis pertahanan (Three Lines of Defense).

Sesi 2: Identifikasi dan Kategorisasi Risiko

  1. Teknik identifikasi risiko: brainstorming, wawancara, checklist, dan analisis historis.
  2. Tools untuk pemetaan risiko: risk register template.
  3. Latihan praktis mengidentifikasi risiko pada skenario bisnis tertentu.

Sesi 3: Analisis dan Evaluasi Risiko

  1. Metode analisis risiko kualitatif vs. kuantitatif.
  2. Membuat dan menggunakan matriks probabilitas dan dampak.
  3. Melakukan penilaian untuk menentukan tingkat risiko (tinggi, sedang, rendah).
  4. Memprioritaskan risiko untuk penanganan lebih lanjut.

Sesi 4: Aktivitas Praktis & Studi Kasus Hari 1

  1. Studi Kasus Kelompok: Peserta menganalisis sebuah studi kasus perusahaan yang mengalami kegagalan karena lemahnya manajemen risiko.
  2. Workshop: Setiap kelompok melakukan identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko berdasarkan studi kasus, kemudian mempresentasikan risk register yang telah dibuat.
  3. Diskusi dan umpan balik dari instruktur dan peserta lain.

Learning Outcome Hari 1:
Peserta memahami kerangka kerja manajemen risiko dan mampu melakukan proses identifikasi, analisis, serta evaluasi risiko secara sistematis menggunakan tools yang relevan.

Aktivitas Praktis Hari 1:
Workshop kelompok untuk mengisi risk register berdasarkan studi kasus nyata dan sesi presentasi.

Hari 2: Mitigasi, Monitoring, dan Integrasi

Sesi 1: Strategi Mitigasi dan Pengendalian Risiko

  1. Memilih strategi mitigasi: menghindari, menerima, mengurangi, atau membagikan risiko.
  2. Mengembangkan rencana pengendalian dan tindakan perbaikan.
  3. Konsep key risk indicators (KRIs) sebagai alat peringatan dini.
  4. Menghubungkan mitigasi risiko dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Sesi 2: Monitoring, Pelaporan, dan Komunikasi Risiko

  1. Teknik monitoring risiko yang berkelanjutan.
  2. Merancang dashboard pelaporan risiko yang informatif untuk manajemen puncak dan dewan komisaris.
  3. Prinsip komunikasi risiko yang efektif kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sesi 3: Simulasi Manajemen Krisis dan Business Continuity

  1. Pengenalan mengenai rencana kelangsungan bisnis (Business Continuity Plan/BCP).
  2. Simulasi role-playing dalam menangani sebuah krisis operasional.
  3. Evaluasi respons peserta terhadap skenario krisis yang dinamis.

Sesi 4: Integrasi dan Rencana Tindak Lanjut

  1. Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan strategis.
  2. Membuat rencana tindak lanjut pribadi untuk mengimplementasikan pembelajaran di tempat kerja.
  3. Sesi tanya jawab komprehensif dengan instruktur.

Learning Outcome Hari 2:
Peserta mampu merumuskan strategi mitigasi, merancang sistem monitoring dan pelaporan, serta memahami bagaimana mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam budaya dan strategi organisasi.

Aktivitas Praktis Hari 2:
Simulasi role-play penanganan krisis dan workshop individu membuat rencana implementasi manajemen risiko.

Target Peserta

Manajer dan Supervisor dari berbagai departemen (Operasional, Keuangan, Pemasaran, SDM), Staf Risk Management & Compliance, Internal Auditor, dan profesional yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan pengendalian proses bisnis.

Manfaat Pelatihan

  • Manfaat untuk Peserta:
    • Meningkatkan kemampuan analitis dalam mengidentifikasi dan menilai potensi gangguan bisnis.
    • Memperoleh keterampilan praktis untuk membuat risk register dan rencana mitigasi.
    • Meningkatkan nilai individu di organisasi dengan berkontribusi pada ketahanan bisnis.
    • Memperoleh perspektif yang lebih luas tentang keterkaitan antara risiko dan peluang strategis.
  • Manfaat untuk Perusahaan:
    • Mengurangi potensi kerugian finansial dan operasional melalui pendekatan manajemen risiko yang proaktif.
    • Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
    • Membangun budaya sadar risiko di seluruh level organisasi.
    • Mendukung pencapaian tujuan strategis dengan membuat keputusan yang lebih terinformasi dan berhati-hati.

Alasan Penyusunan Modul

  • Kondisi Ideal:
    Seorang profesional yang kompeten diharapkan mampu tidak hanya mengenali ancaman, tetapi juga secara proaktif memetakan, mengukur, dan merancang langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan dampak negatif terhadap tujuan bisnis. Kemampuan ini harus didukung oleh pemahaman tentang kerangka kerja standar dan dapat diintegrasikan ke dalam proses perencanaan strategis.
  • Kondisi Faktual:
    Pada kenyataannya, banyak profesional masih memandang risiko sebagai sesuatu yang bersifat insidental dan reaktif. Pemahaman terhadap manajemen risiko seringkali terbatas pada aspek kepatuhan semata, tanpa melihatnya sebagai alat strategis. Kesenjangan antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis, serta kurangnya tools yang terstruktur, menyebabkan proses identifikasi dan mitigasi risiko menjadi tidak efektif dan tidak terukur.

Metode Penyampaian dan Evaluasi

  • Metode Penyampaian:
    Presentasi interaktif, studi kasus kelompok, diskusi terpandu, simulasi role-playing, dan coaching langsung.
  • Catatan Kapasitas Peserta:
    Pelatihan ini dirancang secara intensif dengan pendekatan partisipatif tinggi, termasuk simulasi role-playing, sesi coaching langsung, dan diskusi mendalam. Untuk menjamin kualitas transfer pengetahuan dan memberikan umpan balik personal kepada setiap peserta, kapasitas dibatasi maksimal 25 orang per batch. Batasan ini memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang optimal dan dampak pelatihan yang terukur terhadap kinerja individu maupun tim.
  • Metode Evaluasi:
    Evaluasi efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, penilaian partisipasi aktif selama sesi, serta review terhadap output kerja kelompok (seperti risk register dan rencana mitigasi).

Profil Instruktur

Ronny Gunawan, BSBA
Konsultan & Trainer di MDP Consulting sejak 2014, dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di industri perbankan, multifinance, dan jasa keuangan. Pernah menjabat sebagai Head of Anti Fraud & Investigation (Vice President) di UOB Indonesia; Division Head Fraud Banking Investigation, Head of Consumer Loan, Branch Manager di Bank Mayapada International Tbk.; Branch Manager di HSBC Indonesia; serta Branch Head di berbagai perusahaan multifinance.

Memiliki keahlian di bidang fraud risk management, governance risk & compliance (GRC), audit & investigasi, manajemen risiko operasional, serta analisa kredit. Sebagai trainer, Ronny telah menjadi pembicara di berbagai public & in-house training untuk bank, BUMN, dan swasta, dengan topik meliputi Fraud Risk Management, GRC, GCG, Analisa Kredit, dan Operational Risk Management. Dengan pengalaman luas di industri dan konsultan, Ronny dikenal sebagai fasilitator yang menghubungkan regulasi dengan praktik nyata, memberikan insight strategis dan aplikatif bagi peserta pelatihan.

Call To Action

Daftar sekarang untuk mengikuti Pelatihan Risk Management dan tingkatkan kompetensi tim Anda menghadapi tantangan industri modern!

© 2025 MDP Consulting – Empowering Your Business Growth through Strategic Training and Development

Download Silabus :
Durasi : 2 Hari
Lokasi : Jakarta