MDP Consulting

OPERATIONAL RISK MANAGEMENT (ORM)

★★★★★ 5/5
OPERATIONAL RISK MANAGEMENT (ORM)

OPERATIONAL RISK MANAGEMENT (ORM)

MEMBANGUN KETAHANAN OPERASIONAL MELALUI IDENTIFIKASI, PENGUKURAN, DAN MITIGASI RISIKO YANG TERINTEGRASI

LATAR BELAKANG

Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan terdigitalisasi, risiko operasional tidak lagi dipandang sebagai fungsi pendukung, melainkan sebagai inti dari ketahanan organisasi. Kegagalan proses, kesalahan manusia, gangguan sistem, fraud, serta ketergantungan pada pihak ketiga dapat mengganggu kelangsungan layanan, menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan menimbulkan kerugian finansial maupun reputasi. Organisasi di sektor perbankan, asuransi, multifinance, BUMN, logistik, FMCG, dan manufaktur menghadapi eksposur yang semakin beragam seiring transformasi digital dan perubahan model operasi.

Data dari berbagai regulator dan lembaga riset menunjukkan tren peningkatan insiden operasional, termasuk fraud internal, gangguan sistem teknologi informasi, dan kegagalan kontrol pada proses bisnis kritikal. Kerugian akibat kejadian operasional tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga berdampak pada biaya pemulihan, sanksi regulasi, dan hilangnya peluang bisnis. Kesenjangan kompetensi dalam melakukan penilaian risiko, menyusun risk register, menetapkan key risk indicators, serta mengelola insiden secara terstruktur menjadi salah satu akar permasalahan yang perlu dijawab melalui penguatan kapabilitas sumber daya manusia.

Program ini dirancang untuk memastikan pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi terimplementasi secara nyata dalam konteks kerja dan pengambilan keputusan bisnis. Peserta akan dibekali kerangka kerja, alat analisis, dan praktik terbaik untuk mengelola risiko operasional secara end-to-end, mulai dari identifikasi, pengukuran, pengendalian, pemantauan, hingga pelaporan dan pengembangan budaya risiko.

TUJUAN PELATIHAN

  • Memperkuat pemahaman peserta mengenai kerangka kerja, tata kelola, dan regulasi yang relevan dengan manajemen risiko operasional.
  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan menilai risiko operasional melalui pendekatan Risk and Control Self-Assessment (RCSA) dan analisis proses bisnis.
  • Mengembangkan keterampilan dalam menetapkan key risk indicators, mengukur profil risiko, serta menyusun laporan risiko yang informatif bagi manajemen.
  • Membekali peserta dengan strategi mitigasi, manajemen insiden, pengendalian fraud, dan kesinambungan bisnis yang aplikatif.
  • Mendorong terbentuknya budaya risiko yang kuat dan melekat pada setiap lini organisasi.

RUNDOWN MATERI PELATIHAN

Hari Pertama: Fondasi dan Identifikasi Risiko Operasional

Sesi 1: Kerangka Kerja dan Tata Kelola Operational Risk Management

  • Output: Peserta memahami definisi, ruang lingkup, kategori risiko operasional, serta peran dan tanggung jawab dalam kerangka tata kelola ORM.
  • Aktivitas Praktis: Diskusi kelompok untuk memetakan peran unit kerja dalam struktur tata kelola risiko operasional.
  • Learning Outcome: Peserta mampu menjelaskan keterkaitan antara kerangka ORM, strategi bisnis, dan kepatuhan regulasi.

Sesi 2: Identifikasi Risiko dan Risk and Control Self-Assessment

  • Output: Peserta mampu mengidentifikasi risiko operasional pada proses bisnis utama dan menyusun risk register awal.
  • Aktivitas Praktis: Latihan melakukan RCSA pada satu proses bisnis kritikal.
  • Learning Outcome: Peserta dapat mengenali sumber risiko, penyebab, dampak, dan kontrol yang telah ada.

Sesi 3: Pengukuran Risiko dan Key Risk Indicators

  • Output: Peserta memahami metode penilaian risiko, penetapan toleransi risiko, dan perancangan key risk indicators yang terukur.
  • Aktivitas Praktis: Simulasi penyusunan KRI dan dashboard risiko operasional sederhana.
  • Learning Outcome: Peserta mampu mengukur dan memprioritaskan risiko berdasarkan probabilitas dan dampak.

Sesi 4: Studi Kasus Terintegrasi: Risk Register dan Analisis Kesenjangan Kontrol

  • Output: Peserta mampu mengevaluasi efektivitas kontrol dan merumuskan rekomendasi perbaikan atas kesenjangan yang teridentifikasi.
  • Aktivitas Praktis: Analisis kasus operasional nyata dan presentasi temuan kelompok.
  • Learning Outcome: Peserta dapat menyusun rencana perbaikan kontrol yang berorientasi pada pencegahan kerugian.

Aktivitas Praktis Hari Pertama: Diskusi terstruktur, latihan RCSA, simulasi KRI, dan analisis studi kasus.
Learning Outcome Hari Pertama: Peserta memiliki fondasi yang kuat untuk mengidentifikasi, menilai, dan memetakan risiko operasional pada unit kerja masing-masing.

Hari Kedua: Mitigasi, Pemantauan, dan Budaya Risiko

Sesi 1: Strategi Mitigasi dan Pengendalian Internal

  • Output: Peserta memahami berbagai opsi mitigasi risiko dan cara merancang pengendalian internal yang efektif serta efisien.
  • Aktivitas Praktis: Workshop penyusunan rencana mitigasi untuk risiko prioritas.
  • Learning Outcome: Peserta mampu memilih dan merancang kontrol yang sesuai dengan profil risiko organisasi.

Sesi 2: Manajemen Insiden dan Kesinambungan Bisnis

  • Output: Peserta mampu mengelola siklus insiden operasional, mulai dari pelaporan, investigasi, analisis akar masalah, hingga pemulihan dan pembelajaran.
  • Aktivitas Praktis: Simulasi penanganan insiden operasional dan penyusunan rencana kesinambungan bisnis.
  • Learning Outcome: Peserta dapat merumuskan langkah tanggap darurat dan pemulihan yang terkoordinasi.

Sesi 3: Risiko Fraud dan Pihak Ketiga

  • Output: Peserta memahami keterkaitan risiko fraud, pengendalian internal, serta risiko yang timbul dari hubungan dengan vendor dan mitra bisnis.
  • Aktivitas Praktis: Studi kasus fraud operasional dan diskusi strategi pencegahan.
  • Learning Outcome: Peserta mampu mengidentifikasi celah fraud dan merancang pengendalian preventif yang lebih kuat.

Sesi 4: Pelaporan, Budaya Risiko, dan Rencana Aksi

  • Output: Peserta mampu menyusun laporan risiko operasional yang komunikatif dan menyusun rencana aksi penguatan budaya risiko.
  • Aktivitas Praktis: Workshop perencanaan aksi penerapan ORM di unit kerja.
  • Learning Outcome: Peserta memiliki peta jalan konkret untuk meningkatkan kematangan manajemen risiko operasional.

Aktivitas Praktis Hari Kedua: Simulasi insiden, studi kasus fraud, workshop mitigasi, dan penyusunan rencana aksi.
Learning Outcome Hari Kedua: Peserta mampu menerjemahkan kerangka ORM ke dalam tindakan mitigasi, pemantauan, pelaporan, dan penguatan budaya risiko.

TARGET PESERTA

Program ini ditujukan bagi para profesional yang memiliki tanggung jawab langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan risiko operasional, pengendalian internal, kepatuhan, dan keberlangsungan proses bisnis. Target peserta meliputi:

  • Manajer dan Head of Department di unit Manajemen Risiko, Kepatuhan, Audit Internal, dan Operasional.
  • Analis Risiko, Risk Officer, dan staf senior di fungsi pengendalian.
  • Manajer Unit Bisnis, Process Owner, dan Supervisor Operasional.
  • Profesional di fungsi Teknologi Informasi, Fraud Management, dan Business Continuity Management.
  • Pejabat eksekutif yang bertanggung jawab atas efektivitas operasional dan kepatuhan organisasi.

Manfaat Pelatihan

Bagi Peserta

  • Memperoleh kerangka kerja dan alat praktis untuk mengelola risiko operasional secara sistematis dan terukur.
  • Meningkatkan kemampuan analitis dalam menilai risiko, menetapkan kontrol, dan menyusun laporan yang mendukung pengambilan keputusan.
  • Mengembangkan wawasan mengenai praktik terbaik mitigasi risiko, manajemen insiden, dan pencegahan fraud.
  • Memperluas jaringan profesional dengan para praktisi dari berbagai industri dan institusi.

Bagi Perusahaan

  • Menurunkan potensi kerugian operasional melalui identifikasi risiko yang lebih dini dan pengendalian yang lebih efektif.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar tata kelola yang berlaku.
  • Memperkuat ketahanan organisasi dalam menghadapi gangguan proses bisnis dan insiden operasional.
  • Mendorong terciptanya budaya risiko yang proaktif dan melekat pada seluruh lini organisasi.

ALASAN PENYUSUNAN MODUL

Kondisi Ideal
Organisasi memiliki kerangka manajemen risiko operasional yang matang, terintegrasi, dan berbasis data. Risiko diidentifikasi secara proaktif, kontrol dirancang sesuai profil risiko, dan indikator peringatan dini berfungsi efektif. Insiden dikelola secara terstruktur, pembelajaran organisasi berjalan baik, dan budaya risiko menjadi bagian dari pengambilan keputusan sehari-hari.

Kondisi Faktual
Praktik manajemen risiko operasional di banyak organisasi masih bersifat reaktif, terdokumentasi secara administratif, dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan proses bisnis. Risk register sering tidak diperbarui, KRI tidak digunakan secara optimal, dan penanganan insiden masih terfragmentasi. Kesenjangan kompetensi dalam analisis risiko dan pengendalian internal menjadi penyebab utama melemahnya ketahanan operasional.

METODE PENYAMPAIAN DAN EVALUASI

Metode Penyampaian:
Program ini disampaikan melalui presentasi interaktif, studi kasus nyata dari berbagai industri, diskusi kelompok terarah, simulasi penanganan insiden, latihan penyusunan risk register dan KRI, serta workshop perencanaan aksi. Pendekatan pembelajaran menekankan aplikasi langsung pada konteks kerja peserta.

Metode Evaluasi:
Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, penilaian partisipasi aktif dalam diskusi dan simulasi, kualitas analisis studi kasus, serta kelayakan rencana aksi yang disusun. Evaluasi pasca-pelatihan dilakukan untuk menilai penerapan di tempat kerja dan dampaknya terhadap kinerja unit.

PROFIL INSTRUKTUR

Fasilitator program ini adalah konsultan dan praktisi senior MDP Consulting yang memiliki pengalaman mendalam dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendampingan manajemen risiko operasional, fraud investigation, governance, serta compliance untuk perusahaan nasional, BUMN, dan multinasional.

Pendekatannya bersifat konsultatif, kontekstual, dan aplikatif, dengan fokus pada solusi nyata yang relevan dengan tantangan organisasi. Keahliannya mencakup penyusunan kurikulum berbasis analisis kebutuhan pelatihan (TNA) untuk topik manajemen risiko, pengendalian internal, dan penguatan kapabilitas organisasi.

CALL TO ACTION

Perkuat ketahanan operasional dan kepatuhan organisasi melalui pengelolaan risiko yang terintegrasi. Hubungi MDP Consulting untuk mendiskusikan penyesuaian program sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.

Copyright © 2026 MDP Consulting. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.

INFO KONTAK:

 

Download Silabus :