MEMBANGUN KETAHANAN OPERASIONAL MELALUI IDENTIFIKASI, PENGUKURAN, DAN MITIGASI RISIKO YANG TERINTEGRASI
Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan terdigitalisasi, risiko operasional tidak lagi dipandang sebagai fungsi pendukung, melainkan sebagai inti dari ketahanan organisasi. Kegagalan proses, kesalahan manusia, gangguan sistem, fraud, serta ketergantungan pada pihak ketiga dapat mengganggu kelangsungan layanan, menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan menimbulkan kerugian finansial maupun reputasi. Organisasi di sektor perbankan, asuransi, multifinance, BUMN, logistik, FMCG, dan manufaktur menghadapi eksposur yang semakin beragam seiring transformasi digital dan perubahan model operasi.
Data dari berbagai regulator dan lembaga riset menunjukkan tren peningkatan insiden operasional, termasuk fraud internal, gangguan sistem teknologi informasi, dan kegagalan kontrol pada proses bisnis kritikal. Kerugian akibat kejadian operasional tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga berdampak pada biaya pemulihan, sanksi regulasi, dan hilangnya peluang bisnis. Kesenjangan kompetensi dalam melakukan penilaian risiko, menyusun risk register, menetapkan key risk indicators, serta mengelola insiden secara terstruktur menjadi salah satu akar permasalahan yang perlu dijawab melalui penguatan kapabilitas sumber daya manusia.
Program ini dirancang untuk memastikan pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi terimplementasi secara nyata dalam konteks kerja dan pengambilan keputusan bisnis. Peserta akan dibekali kerangka kerja, alat analisis, dan praktik terbaik untuk mengelola risiko operasional secara end-to-end, mulai dari identifikasi, pengukuran, pengendalian, pemantauan, hingga pelaporan dan pengembangan budaya risiko.
Sesi 1: Kerangka Kerja dan Tata Kelola Operational Risk Management
Sesi 2: Identifikasi Risiko dan Risk and Control Self-Assessment
Sesi 3: Pengukuran Risiko dan Key Risk Indicators
Sesi 4: Studi Kasus Terintegrasi: Risk Register dan Analisis Kesenjangan Kontrol
Aktivitas Praktis Hari Pertama: Diskusi terstruktur, latihan RCSA, simulasi KRI, dan analisis studi kasus.
Learning Outcome Hari Pertama: Peserta memiliki fondasi yang kuat untuk mengidentifikasi, menilai, dan memetakan risiko operasional pada unit kerja masing-masing.
Sesi 1: Strategi Mitigasi dan Pengendalian Internal
Sesi 2: Manajemen Insiden dan Kesinambungan Bisnis
Sesi 3: Risiko Fraud dan Pihak Ketiga
Sesi 4: Pelaporan, Budaya Risiko, dan Rencana Aksi
Aktivitas Praktis Hari Kedua: Simulasi insiden, studi kasus fraud, workshop mitigasi, dan penyusunan rencana aksi.
Learning Outcome Hari Kedua: Peserta mampu menerjemahkan kerangka ORM ke dalam tindakan mitigasi, pemantauan, pelaporan, dan penguatan budaya risiko.
Program ini ditujukan bagi para profesional yang memiliki tanggung jawab langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan risiko operasional, pengendalian internal, kepatuhan, dan keberlangsungan proses bisnis. Target peserta meliputi:
Bagi Peserta
Bagi Perusahaan
Kondisi Ideal
Organisasi memiliki kerangka manajemen risiko operasional yang matang, terintegrasi, dan berbasis data. Risiko diidentifikasi secara proaktif, kontrol dirancang sesuai profil risiko, dan indikator peringatan dini berfungsi efektif. Insiden dikelola secara terstruktur, pembelajaran organisasi berjalan baik, dan budaya risiko menjadi bagian dari pengambilan keputusan sehari-hari.
Kondisi Faktual
Praktik manajemen risiko operasional di banyak organisasi masih bersifat reaktif, terdokumentasi secara administratif, dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan proses bisnis. Risk register sering tidak diperbarui, KRI tidak digunakan secara optimal, dan penanganan insiden masih terfragmentasi. Kesenjangan kompetensi dalam analisis risiko dan pengendalian internal menjadi penyebab utama melemahnya ketahanan operasional.
Metode Penyampaian:
Program ini disampaikan melalui presentasi interaktif, studi kasus nyata dari berbagai industri, diskusi kelompok terarah, simulasi penanganan insiden, latihan penyusunan risk register dan KRI, serta workshop perencanaan aksi. Pendekatan pembelajaran menekankan aplikasi langsung pada konteks kerja peserta.
Metode Evaluasi:
Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, penilaian partisipasi aktif dalam diskusi dan simulasi, kualitas analisis studi kasus, serta kelayakan rencana aksi yang disusun. Evaluasi pasca-pelatihan dilakukan untuk menilai penerapan di tempat kerja dan dampaknya terhadap kinerja unit.
Fasilitator program ini adalah konsultan dan praktisi senior MDP Consulting yang memiliki pengalaman mendalam dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendampingan manajemen risiko operasional, fraud investigation, governance, serta compliance untuk perusahaan nasional, BUMN, dan multinasional.
Pendekatannya bersifat konsultatif, kontekstual, dan aplikatif, dengan fokus pada solusi nyata yang relevan dengan tantangan organisasi. Keahliannya mencakup penyusunan kurikulum berbasis analisis kebutuhan pelatihan (TNA) untuk topik manajemen risiko, pengendalian internal, dan penguatan kapabilitas organisasi.
Perkuat ketahanan operasional dan kepatuhan organisasi melalui pengelolaan risiko yang terintegrasi. Hubungi MDP Consulting untuk mendiskusikan penyesuaian program sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.
Copyright © 2026 MDP Consulting. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.